Jelang TKA dan Ujian Madrasah, MIN 3 Asahan Mantapkan Persiapan Lewat Rakor Bersama Wali Murid
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., memimpin langsung jalannya Rapat Koordi...
Loading...
Pulau Rakyat (Humas) – Setiap pagi,
sebuah pemandangan indah selalu tersaji di depan gerbang Madrasah Ibtidaiyah
Negeri (MIN) 3 Asahan. Tepat di pintu masuk madrasah, Kepala Madrasah
Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., rutin
menyambut dan menyapa satu per satu kedatangan ratusan siswa-siswi. Kegiatan
ini merupakan rutinitas yang ia kerjakan setiap pagi, mulai pukul 06.45 hingga 07.10 WIB, sebelum
bel masuk berbunyi, hal ini dilakukan sebagai upaya menanamkan nilai disiplin,
hormat, dan kasih sayang di lingkungan madrasah. Namun, Ummiati tidak
sendirian, ia didampingi oleh guru-guru piket yang bertugas, yaitu Jefriadi
Samosir, Rahmayani dan Suti Sywindari. (30/10/2025)
Bagi Ummiati Nasution, menyambut siswa di
gerbang bukanlah sekadar formalitas, melainkan implementasi nyata dari
nilai-nilai keteladanan yang harus ditunjukkan seorang pendidik. Ia percaya
bahwa pendidikan karakter dimulai dari hal-hal kecil, termasuk sapaan di pagi
hari.
"Menjadi teladan tidak cukup hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan tindakan menyapa dan menyambut siswa di pagi hari adalah salah satu cara sederhana menanamkan nilai disiplin dan hormat." tegas Ummiati.
Pernyataan Ummiati Nasution ini
memperjelas visi di balik rutinitas pagi tersebut. Menurutnya, menyambut siswa
adalah aksi nyata untuk mendidik, tidak cukup hanya memberi nasihat, namun pihak
madrasah harus menunjukkan teladan. Ummi menyatakan, bahwa tindakan menyapa
siswa di pintu gerbang adalah cara yang sangat efektif untuk memupuk dua nilai
fundamental, yaitu disiplin waktu dan rasa hormat kepada guru.
“Menyambut siswa setiap pagi adalah aksi
nyata dalam mendidik. Tidak cukup hanya memberi nasihat, tetapi kepala madrasah
dan guru juga harus menunjukkan teladan. Karena, dengan menyapa siswa di pintu
masuk, kita sedang menanamkan dua nilai penting, yaitu disiplin waktu dan rasa
hormat kepada guru serta lingkungan madrasah.” Terangnya.
Ummiati Nasution menyadari betul bahwa
interaksi personal di gerbang ini adalah momen emas untuk membangun kedekatan
emosional antara pimpinan, guru, dan siswa. Menurutnya, penting bagi seorang guru
untuk memahami kondisi anak didiknya sejak awal hari.
“Seorang guru perlu memahami kondisi anak
didiknya sejak awal hari, karena dari sanalah kita bisa mengetahui bagaimana
perasaan dan kesiapan mereka untuk belajar.” Ujar Ummiati sambil menyapa setiap
anak yang datang.
Diwaktu yang sama, Ummiati Nasution juga menambahkan,
bahwa kegiatan penyambutan ini memberikan dampak positif yang signifikan pada
psikologi dan perilaku siswa. Mereka merasa dihargai, diperhatikan, dan
termotivasi untuk datang tepat waktu. Perasaan positif ini membantu menciptakan
lingkungan belajar yang lebih kondusif. Ketika siswa disambut dengan kehangatan
di pagi hari, mereka cenderung memulai hari dengan mood yang baik dan semangat
belajar yang lebih tinggi, yang pada akhirnya akan meningkatkan capaian
akademik dan non-akademik mereka. (Wh)
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., memimpin langsung jalannya Rapat Koordi...
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, menghadiri kegiatan supervisi manajerial yang dip...
Pulau Rakyat (Humas) – Mengawali hari kerja pertama setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 A...