Loading...

  • Rabu, 22 April 2026

Kepala MIN 3 Asahan Sambut Siswa Setiap Pagi: Tanamkan Disiplin dan Hormat dengan Keteladanan Nyata

Terlihat Kamad dan beberapa orang guru menyambut dan menyalami siswa yang datang (sumber foto: Diski)

Pulau Rakyat (Humas) – Setiap pagi, sebuah pemandangan indah selalu tersaji di depan gerbang Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan. Tepat di pintu masuk madrasah, Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., rutin menyambut dan menyapa satu per satu kedatangan ratusan siswa-siswi. Kegiatan ini merupakan rutinitas yang ia kerjakan setiap pagi, mulai pukul 06.45 hingga 07.10 WIB, sebelum bel masuk berbunyi, hal ini dilakukan sebagai upaya menanamkan nilai disiplin, hormat, dan kasih sayang di lingkungan madrasah. Namun, Ummiati tidak sendirian, ia didampingi oleh guru-guru piket yang bertugas, yaitu Jefriadi Samosir, Rahmayani dan Suti Sywindari. (30/10/2025)

Bagi Ummiati Nasution, menyambut siswa di gerbang bukanlah sekadar formalitas, melainkan implementasi nyata dari nilai-nilai keteladanan yang harus ditunjukkan seorang pendidik. Ia percaya bahwa pendidikan karakter dimulai dari hal-hal kecil, termasuk sapaan di pagi hari.

"Menjadi teladan tidak cukup hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan tindakan menyapa dan menyambut siswa di pagi hari adalah salah satu cara sederhana menanamkan nilai disiplin dan hormat." tegas Ummiati.

Pernyataan Ummiati Nasution ini memperjelas visi di balik rutinitas pagi tersebut. Menurutnya, menyambut siswa adalah aksi nyata untuk mendidik, tidak cukup hanya memberi nasihat, namun pihak madrasah harus menunjukkan teladan. Ummi menyatakan, bahwa tindakan menyapa siswa di pintu gerbang adalah cara yang sangat efektif untuk memupuk dua nilai fundamental, yaitu disiplin waktu dan rasa hormat kepada guru.

“Menyambut siswa setiap pagi adalah aksi nyata dalam mendidik. Tidak cukup hanya memberi nasihat, tetapi kepala madrasah dan guru juga harus menunjukkan teladan. Karena, dengan menyapa siswa di pintu masuk, kita sedang menanamkan dua nilai penting, yaitu disiplin waktu dan rasa hormat kepada guru serta lingkungan madrasah.” Terangnya.

Ummiati Nasution menyadari betul bahwa interaksi personal di gerbang ini adalah momen emas untuk membangun kedekatan emosional antara pimpinan, guru, dan siswa. Menurutnya, penting bagi seorang guru untuk memahami kondisi anak didiknya sejak awal hari.

“Seorang guru perlu memahami kondisi anak didiknya sejak awal hari, karena dari sanalah kita bisa mengetahui bagaimana perasaan dan kesiapan mereka untuk belajar.” Ujar Ummiati sambil menyapa setiap anak yang datang.

Diwaktu yang sama, Ummiati Nasution juga menambahkan, bahwa kegiatan penyambutan ini memberikan dampak positif yang signifikan pada psikologi dan perilaku siswa. Mereka merasa dihargai, diperhatikan, dan termotivasi untuk datang tepat waktu. Perasaan positif ini membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif. Ketika siswa disambut dengan kehangatan di pagi hari, mereka cenderung memulai hari dengan mood yang baik dan semangat belajar yang lebih tinggi, yang pada akhirnya akan meningkatkan capaian akademik dan non-akademik mereka. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post