Menuju Madrasah Digital, MIN 10 Asahan Gelar Launching Smart Digital Classroom dan Workshop Digitalisasi
Kisaran (Humas) MIN 10 Asahan terus menunjukkan komitmennya dalam mengikuti perkembangan teknologi dan transformasi pendidikan di era digita...
Loading...
Kisaran (Humas) Kegiatan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan kembali diterapkan di MIN 10 Asahan, khususnya pada kelas IV-A dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pembelajaran yang diampu oleh wali kelas, Muhammad Rizki, S.Pd., ini menghadirkan suasana baru melalui penerapan model Cooperative Learning yang dipadukan dengan metode demonstrasi, diskusi, dan card sort. Senin (13/04/2026)
Pembelajaran yang berlangsung pada pertemuan ke-5 hingga ke-8 ini mengangkat materi “Membuat dan Membaca Puisi”. Sebelum kegiatan dimulai, guru telah mempersiapkan berbagai media pembelajaran seperti karton, potongan materi yang berisi pengertian, unsur-unsur, amanat, serta isi puisi, lengkap dengan kode tertentu untuk mempermudah proses penilaian.
Kegiatan diawali dengan pengecekan kehadiran siswa serta interaksi ringan untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman. Selanjutnya, Muhammad Rizki, S.Pd., mengarahkan siswa untuk membuka buku pelajaran dan mulai menjelaskan materi puisi secara bertahap, mulai dari pengertian hingga amanat yang terkandung dalam puisi. Untuk memperjelas pemahaman siswa, guru juga menampilkan contoh pembacaan puisi melalui video yang ditayangkan menggunakan infokus.
Agar pembelajaran lebih interaktif, siswa dibagi menjadi empat kelompok yang terdiri dari kelompok laki-laki dan perempuan. Setiap siswa diberikan kartu berisi potongan materi puisi yang berbeda. Tugas mereka adalah menempatkan kartu tersebut pada papan karton sesuai kategori yang tepat.
Dengan tertib, siswa maju satu per satu untuk menempelkan kartu mereka. Kartu yang berisi pengertian puisi ditempatkan pada bagian pengertian, sedangkan potongan isi puisi disusun secara runtut agar membentuk makna yang utuh. Kegiatan ini tidak hanya melatih pemahaman siswa, tetapi juga kerja sama dan ketelitian.
Penilaian dilakukan berdasarkan ketepatan siswa dalam menempatkan kartu. Setiap jawaban yang benar diberikan skor 10 poin. Suasana kelas menjadi semakin hidup saat siswa berusaha mengumpulkan poin sebanyak mungkin untuk kelompoknya.
Di akhir kegiatan, kelompok dengan perolehan poin tertinggi mendapatkan hadiah sederhana sebagai bentuk apresiasi. Hal ini menambah semangat dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran.
Kepala madrasah, Sartiji, S.Pd.I., M.M., memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan oleh Muhammad Rizki, S.Pd. Menurutnya, metode pembelajaran seperti ini sangat efektif dalam meningkatkan keaktifan siswa serta membantu mereka memahami materi dengan lebih mudah dan menyenangkan.
Melalui inovasi pembelajaran ini, diharapkan siswa MIN 10 Asahan semakin mencintai pelajaran Bahasa Indonesia, khususnya dalam memahami dan mengekspresikan puisi secara kreatif.(na)
Kisaran (Humas) MIN 10 Asahan terus menunjukkan komitmennya dalam mengikuti perkembangan teknologi dan transformasi pendidikan di era digita...
Kisaran (Humas) Proses pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MIN 10 Asahan terus dikembangkan dengan menghadirkan berbagai inovasi...
Kisaran (Humas) Dalam rangka memperkuat sinergi antara madrasah, pelatih, koordinator, dan orang tua siswa, Pelatih dan Koordinator Polisi C...