Loading...

  • Sabtu, 29 Agustus 2026

Sinergi Pendidikan dan Pariwisata: Kepala MIN 3 Asahan Utus Guru Serap Kearifan Lokal di Festival Sungai Asahan 2026

terlihat lokasi pembukaan dan pelaksaan Festival Sungai Asahan Tahun 2026 diselenggarakan di pinggiran sungai

Pulau Rakyat (Humas) - Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, secara resmi mengutus seorang guru bernama Wahyudi untuk menghadiri acara pembukaan Festival Sungai Asahan tahun 2026 pada Sabtu Pagi, (29/08), di kawasan Titi Kembar atau Areal PT Socfindo, Kecamatan Pulau Raja, Kabupaten Asahan.

Festival pariwisata dan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Asahan ini diselenggarakan secara meriah selama dua hari berturut-turut, terhitung mulai tanggal 29 hingga 30 Agustus 2026. Selama dua hari tersebut, kawasan pinggiran sungai disulap menjadi pusat keramaian yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dari berbagai penjuru daerah. Kehadiran perwakilan dari sektor pendidikan tingkat dasar seperti MIN 3 Asahan di ajang bergengsi ini menunjukkan bahwa dunia pendidikan turut andil dan menaruh perhatian besar terhadap pengembangan potensi wisata lokal serta pelestarian kebudayaan di wilayah Kabupaten Asahan.

Disela-sela kesibukannya, Ummiati Nasution menjelaskan bahwa keputusannya untuk mendelegasikan mandat tersebut kepada salah satu tenaga pendidiknya dikarenakan adanya benturan jadwal dengan agenda dinas ke luar kota dalam rangka mengikuti kegiatan rapat koordinasi tingkat provinsi terkait peningkatan mutu pendidikan.

 Tugas kedinasan di luar daerah tersebut merupakan agenda krusial yang menuntut kehadiran penuh, sehingga membuat pimpinan madrasah ini tidak dapat hadir secara fisik di lokasi acara festival. Meskipun terhalang jarak, tanggung jawab moral untuk tetap mendukung program unggulan pemerintah daerah mengharuskannya mencari solusi kepemimpinan melalui pendelegasian wewenang kepada guru yang kompeten.

"Pekan ini saya sedang ada tugas dinas ke luar kota yang sangat penting dan tidak bisa ditunda pelaksanaannya, sehingga saya memberikan amanah penuh kepada Pak Wahyudi untuk hadir sebagai representasi madrasah agar hubungan sinergis kita dengan pemerintah daerah serta masyarakat luas tetap terjalin erat," ujar Ummiati Nasution dalam sebuah wawancara terpisah melalui sambungan telepon.

Dikesempatan itu juga, Ummiati Nasution menuturkan harapannya bahwa pengiriman utusan dari kalangan tenaga pendidik dapat menyerap nilai-nilai positif serta kearifan lokal dari rentetan acara tersebut, untuk kemudian diubah menjadi nilai pendidikan karakter bagi para anak didik.

"Tentu harapan utama saya, momen kehadiran guru kita di sana bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi wadah observasi nyata sehingga nilai-nilai sportivitas dan kecintaan pada budaya lokal Asahan bisa diangkat menjadi cerita teladan di hadapan siswa," tegas Ummiati mengutarakan harapannya.

Dilokasi terpisah, Wahyudi menyampaikan rasa bangganya bisa mewakili madrasah dalam acara pembukaan tersebut, terlebih lagi karena ia dapat mendapatkan informasi tentang rangkaian jenis perlombaan menarik dan meriah yang dipertandingkan selama Festival Sungai Asahan berlangsung.

"Menurut saya, rangkaian kegiatan dalam festival edisi tahun ini disusun sedemikian rupa tidak hanya untuk menghibur, tetapi juga mengedukasi pengunjung. Sejak hari pertama, beberapa kompetisi yang sangat menarik perhatian masyarakat di antaranya adalah lomba tari tradisional yang sukses menampilkan kekayaan budaya, ajang fashion show dengan busana kreatif, serta kompetisi memasak yang menyajikan ragam kuliner khas daerah," jelas Wahyudi.

Tidak berhenti di situ, kemeriahan selama tanggal 29 hingga 30 Agustus tersebut juga diwarnai dengan aneka perlombaan lain yang tidak kalah seru. Panitia penyelenggara turut menggelar lomba memancing di tepian sungai, kompetisi menyanyi, lomba dayung yang menguji ketangkasan fisik peserta, hingga ajang stand up comedy.

"Acara di tahun 2026 ini sungguh di luar ekspektasi saya, perayaannya sangat semarak karena tidak hanya fokus pada alam, tetapi juga diramaikan dengan banyak perlombaan seru seperti lomba dayung di sungai serta stand up comedy yang akan menghibur penonton," ungkap Wahyudi saat menanggapi kemeriahan jalannya acara pembukaan.

Menurut Wahyudi, panitia dalam memilih kawasan Titi Kembar dan Areal PT Socfindo di Kecamatan Pulau Raja sebagai lokasi utama festival ini dinilai sangat brilian. Kawasan perkebunan yang sejuk dan asri tersebut memberikan nuansa alam yang kental, sejalan dengan tema pelestarian lingkungan yang diusung oleh penyelenggara. Ia menilai, bahwa koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, aparat keamanan setempat, dan manajemen PT Socfindo membuat acara pembukaan di ruang terbuka ini berjalan dengan sangat tertib. Infrastruktur sementara seperti panggung utama, area parkir kendaraan, hingga deretan stan bazar telah dipersiapkan secara rapi. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post