Loading...

  • Selasa, 14 April 2026

Inovasi Pembelajaran PJOK MIN 5 Asahan: Siswa Kelas 6 Buat Miniatur Lapangan Olahraga dari Bahan Bekas

Di MIN 5 Asahan

Hessa Perlompongan (Humas). Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan kali ini terasa berbeda dan penuh inovasi. Siswa-siswi kelas 6 tidak hanya berfokus pada praktik fisik, tetapi juga mengasah kreativitas dan kepedulian lingkungan. Mereka sukses melaksanakan proyek membuat miniatur lapangan olahraga dari bahan bekas, sebagai bagian dari materi permainan olahraga bola besar.Sabtu (29/11/2025)

 

Proyek ini dipimpin oleh guru PJOK, Nurul Hidayat,S.Si., yang ingin memberikan pemahaman materi yang lebih mendalam dan menyenangkan. Alih-alih hanya berteori di kelas, siswa diminta untuk membuat replika lapangan utama dalam olahraga bola besar: sepak bola, bola voli, dan bola basket dan badminton.

"Tujuan utama proyek ini adalah agar siswa tidak hanya menghafal ukuran dan aturan, tetapi benar-benar memvisualisasikan strategi permainan di lapangan, dengan membuat miniaturnya sendiri dari barang bekas seperti kardus, stik es krim, dan kain perca, mereka juga secara langsung menerapkan konsep mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang, yang merupakan bagian dari pendidikan karakter,” ujar Dayat.

Siswa-siswi kelas 6 dibagi menjadi beberapa kelompok, dengan setiap kelompok bertugas membuat satu jenis miniatur lapangan. Proses pembuatannya memerlukan ketelitian tinggi. Mereka harus memastikan rasio perbandingan ukuran lapangan yang sebenarnya dipindahkan dengan tepat ke dalam skala miniatur, termasuk penempatan garis batas, lingkaran tengah, hingga gawang atau ring.

Hasil karya yang menunjukkan kreativitas luar biasa. Beberapa kelompok bahkan menambahkan detail seperti lampu penerangan kecil atau tribun penonton yang terbuat dari gabus bekas.

Kepala MIN 5 Asahan, Tohiruddin Hasibuan,S,Pd.,M.M., turut memberikan pujian tinggi

"Kami sangat bangga dengan inisiatif dan hasil karya anak-anak kelas 6. Proyek ini membuktikan bahwa PJOK bukan hanya tentang kekuatan fisik semata, tetapi juga kecerdasan spasial, kreativitas, dan kesadaran lingkungan. Ini adalah wujud nyata integrasi ilmu, keterampilan, dan kepedulian yang sesuai dengan nilai-nilai madrasah kita," ungkap beliau.

 

Diharapkan, proyek inovatif ini dapat terus memicu semangat belajar siswa dan menjadi model bagi mata pelajaran lain, menunjukkan bahwa pembelajaran dapat menjadi pengalaman yang interaktif, menyenangkan, sekaligus memberikan dampak positif terhadap lingkungan MIN 5 Asahan.(nm)



 

 

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 06 May 2024
Lihat Semua Post