Peringati Hari Kesaktian Pancasila, MIN 5 Asahan Gelar Upacara Khidmat Perkokoh Semangat Persatuan
Suasana khidmat dan penuh nasionalisme menyelimuti lapangan utama Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan pada Kamis (01/10/2026) pagi. Da...
Loading...
Hessa Perlompongan (Humas). Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan kali ini terasa berbeda dan penuh inovasi. Siswa-siswi kelas 6 tidak hanya berfokus pada praktik fisik, tetapi juga mengasah kreativitas dan kepedulian lingkungan. Mereka sukses melaksanakan proyek membuat miniatur lapangan olahraga dari bahan bekas, sebagai bagian dari materi permainan olahraga bola besar.Sabtu (29/11/2025)
Proyek ini dipimpin oleh guru PJOK,
Nurul Hidayat,S.Si., yang ingin memberikan pemahaman materi yang lebih mendalam
dan menyenangkan. Alih-alih hanya berteori di kelas, siswa diminta untuk
membuat replika lapangan utama dalam olahraga bola besar: sepak bola, bola voli, dan bola basket dan
badminton.
"Tujuan utama proyek ini adalah
agar siswa tidak hanya menghafal ukuran dan aturan, tetapi benar-benar
memvisualisasikan strategi permainan di lapangan, dengan membuat miniaturnya
sendiri dari barang bekas seperti kardus, stik es krim, dan kain perca, mereka
juga secara langsung menerapkan konsep mengurangi, menggunakan kembali, mendaur
ulang, yang merupakan bagian dari pendidikan karakter,” ujar Dayat.
Siswa-siswi kelas 6 dibagi menjadi
beberapa kelompok, dengan setiap kelompok bertugas membuat satu jenis miniatur lapangan.
Proses pembuatannya memerlukan ketelitian tinggi. Mereka harus memastikan rasio
perbandingan ukuran lapangan yang sebenarnya dipindahkan dengan tepat ke dalam
skala miniatur, termasuk penempatan garis batas, lingkaran tengah, hingga
gawang atau ring.
Hasil karya yang menunjukkan
kreativitas luar biasa. Beberapa kelompok bahkan menambahkan detail seperti
lampu penerangan kecil atau tribun penonton yang terbuat dari gabus bekas.
Kepala MIN 5 Asahan, Tohiruddin
Hasibuan,S,Pd.,M.M., turut memberikan pujian tinggi
"Kami sangat bangga
dengan inisiatif dan hasil karya anak-anak kelas 6. Proyek ini membuktikan
bahwa PJOK bukan hanya tentang kekuatan fisik semata, tetapi juga kecerdasan spasial, kreativitas, dan
kesadaran lingkungan. Ini adalah wujud nyata integrasi ilmu,
keterampilan, dan kepedulian yang sesuai dengan nilai-nilai madrasah
kita," ungkap beliau.
Diharapkan, proyek inovatif ini dapat terus memicu semangat belajar siswa dan menjadi model bagi mata pelajaran lain, menunjukkan bahwa pembelajaran dapat menjadi pengalaman yang interaktif, menyenangkan, sekaligus memberikan dampak positif terhadap lingkungan MIN 5 Asahan.(nm)
Suasana khidmat dan penuh nasionalisme menyelimuti lapangan utama Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan pada Kamis (01/10/2026) pagi. Da...
Dalam upaya menanamkan nilai-nilai religius dan memperkuat karakter siswa, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan secara rutin melaksanak...
Suasana belajar yang penuh semangat dan warna-warni mewarnai ruang kelas 4C Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan pada mata pelajaran Se...