Siti Aisyah sedang memantau siswa yang sedang mempraktikkan fenomena terjadinya siang dan malam (foto: Yudi)
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., menemukan praktik pembelajaran yang sangat menarik dan efektif saat melakukan supervisi. Praktik ini melibatkan seorang Guru bernama, Siti Aisyah, S.Pd.SD., yang menggunakan media sederhana berupa globe dan senter untuk menjelaskan materi rotasi dan revolusi Bumi dalam mata pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial). (19/11/2025)
Dalam supervisi kali ini kelas yang menjadi fokus pengawasan adalah Kelas 6 B, yang sedang memasuki pembahasan materi tentang gerakan benda langit. Materi ini memerlukan pemahaman spasial yang baik, yang seringkali sulit dicapai hanya melalui penjelasan lisan atau gambar dua dimensi di buku. Guru Kelas 6 B, Siti Aisyah, menyadari betul kesulitan ini, sehingga ia merancang sebuah sesi pembelajaran yang mengharuskan siswa untuk menggunakan indra visual dan kinestetik mereka secara maksimal.
Di depan kelas, Siti Aisyah memimpin demonstrasi, menggerakkan model Bumi (globe) dan sumber cahaya (senter) untuk memperlihatkan secara rinci bagaimana rotasi Bumi pada porosnya menghasilkan fenomena siang dan malam. Sesekali, Siti Aisyah berhenti dan bertanya kepada siswa Negara-negara mana saja yang mengalami Siang dan Malam. Setelah melihat cara yang telah dicontohkan oleh Siti Aisyah, siswa ditunjuk secara berpasangan untuk mempraktikkan peragaan pergerakan rotasi Bumi tersebut, memperkuat pemahaman mereka melalui pengalaman langsung.
"Anak-anak Kelas Enam ini memiliki gaya belajar yang sangat visual, mereka perlu melihat pergerakan itu sendiri. Ketika saya hanya menjelaskan rotasi dan revolusi di papan tulis atau dari buku teks, mereka cepat merasa bosan," jelas Siti Aisyah mengenai alasan di balik penggunaan media tersebut.
Ummiati Nasution memasuki ruangan kelas dan langsung menyaksikan suasana yang dinamis; siswa tampak antusias dan mata mereka tertuju pada pusat demonstrasi. Suasana kelas yang hidup mencerminkan tingginya keterlibatan siswa.
Menanggapi temuan positif ini, Ummiati menyampaikan apresiasinya kepada wali kelas 6 B. Ia melihat praktik ini sebagai penemuan berharga yang harus didokumentasikan dan menjadi contoh.
“Saya sangat bangga dan mengapresiasi inisiatif Ibu Siti Aisyah. Ini adalah contoh nyata bahwa pembelajaran yang efektif tidak selalu harus mahal atau menggunakan teknologi canggih, tapi harus kreatif dan memanfaatkan apa yang ada dengan maksimal,” terang Ummiati.
Siti Aisyah menambahkan bahwa demonstrasi menggunakan globe dan senter seketika menarik perhatian siswa, memungkinkan mereka melihat secara langsung proses pergantian hari dan perubahan posisi Bumi. Respons ini, menurutnya, mengukuhkan bahwa media konkret sangat esensial dalam materi IPAS.
Ummiati juga menekankan bahwa kegiatan supervisi yang dilakukannya bukanlah sekadar formalitas, melainkan sebuah inisiatif untuk membangun budaya refleksi dan perbaikan berkelanjutan di antara para guru. Ummiati selalu menekankan bahwa seorang pemimpin pendidikan harus hadir di lapangan untuk melihat tantangan dan keberhasilan pengajaran secara nyata, sehingga dukungan yang diberikan kepada guru bisa lebih tepat sasaran. (Wh)
Pulau Rakyat (Humas) – Mengawali hari kerja pertama setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 A...
Berita Terbaru
Penyuluh Agama Islam KUA Tinggi Raja Isi Pengajian Majelis Taklim Al-Falah di Desa Sumber Harapan dengan Pesan Cinta Ilmu
21 April 2026
Dialog Keagamaan Humanis, Penyuluh Agama Islam Perkuat Kebersamaan di Kisaran Timur
21 April 2026
Suasana Khidmat di Ruang Sederhana, Bimbingan Perkawinan Hadirkan Kesejukan Hati
21 April 2026
Momentum Hari Kartini 2026, MAN Asahan Dorong Literasi melalui Lomba Karya Tulis Ilmiah
21 April 2026
MAN Asahan Gelar Upacara Peringatan Hari Kartini Tahun 2026, Sarat Nilai Emansipasi
21 April 2026
Bimas Kriaten: “Sentuhan Iman di Tengah Pemulihan: Penyelenggara Bimas Kristen Kabupaten Asahan bersama Penyuluh Agama Kristen Melaksanakan Bimbingan Rohani bagi Pasien Umat Kristen di RSUD Bunda Mulia Kisaran”