Guru dan Siswa MIN 3 Asahan Ikuti Survei Kurikulum Berbasis Cinta di Platform SAHABAT KBC
Pulau Rakyat (Humas) – Guru dan sembilan siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan mengikuti pelaksanaan Survei Kurikulum Berbasis Cin...
Loading...
Pulau
Rakyat (Humas) – Guru dan sembilan siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3
Asahan mengikuti pelaksanaan Survei Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui
platform Sistem Analisis Humanis Berbasis Transparansi (SAHABAT) KBC di ruang
kelas 4B pada Selasa pagi (20/10/2026). Kegiatan ini diselenggarakan untuk
memetakan sekaligus mengevaluasi efektivitas penerapan nilai-nilai humanis
dalam proses pembelajaran di lingkungan madrasah melalui sistem digital.
Pelaksanaan
survei ini merupakan bagian dari upaya pengumpulan data untuk memperoleh
gambaran mengenai penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dalam kehidupan madrasah,
baik dalam interaksi antara guru dan siswa maupun dalam pembentukan karakter
peserta didik. Melalui instrumen survei yang disediakan secara daring, para
responden diberikan kesempatan untuk menyampaikan tanggapan berdasarkan
pengalaman mereka selama mengikuti kegiatan pembelajaran.
Para
peserta yang terlibat ditentukan melalui mekanisme random sampling otomatis
oleh sistem dengan proporsi sebesar 5% dari total keseluruhan guru dan siswa di
MIN 3 Asahan. Berdasarkan hasil kalkulasi sistem tersebut, terpilih satu orang
guru dan sembilan siswa untuk mewakili responden madrasah dalam pengisian
instrumen survei. Proses pengisian survei dilaksanakan dengan memanfaatkan
perangkat digital yang tersedia di madrasah. Para responden mengikuti tahapan
pengisian sesuai petunjuk pada platform SAHABAT KBC. Keterlibatan guru dan
siswa dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberikan perspektif yang berimbang
mengenai pelaksanaan pembelajaran yang mengedepankan nilai kasih sayang,
penghargaan terhadap sesama, serta hubungan yang harmonis di lingkungan
pendidikan.
Kepala
MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan
survei ini menjadi langkah strategis untuk mengukur sejauh mana penanaman
karakter berbasis kasih sayang telah terintegrasi dalam aktivitas belajar
mengajar. Menurutnya, Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya berkaitan dengan
penyampaian materi pembelajaran, tetapi juga menyangkut pembentukan sikap,
perilaku, dan kepribadian peserta didik.
“Pelaksanaan
survei KBC ini sangat penting sebagai bahan pijakan kami dalam memperkuat
implementasi kurikulum yang berorientasi pada nilai-nilai humanis. Saya
berharap data yang terhimpun mampu membawa MIN 3 Asahan menuju tata kelola
pendidikan yang semakin berkualitas, transparan, dan penuh kasih sayang,” ujar
Ummiati Nasution.
Dikesempatan
itu juga, Ummiati juga berharap hasil survei nantinya dapat menjadi bahan
evaluasi bagi madrasah untuk mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu
dipertahankan maupun ditingkatkan dalam pelaksanaan pembelajaran. Dengan
demikian, penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dapat terus dikembangkan secara
berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Lebih
lanjut, Ummiati menyampaikan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Kurikulum
Berbasis Cinta diharapkan mampu memperkuat budaya madrasah yang mengedepankan
sikap saling menghormati, kepedulian, empati, serta penghargaan terhadap
perbedaan. Guru diharapkan dapat menjadi teladan dalam membangun komunikasi
yang santun dan menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, serta mendorong
siswa untuk mengembangkan potensi dirinya secara optimal.
Diwaktu
yang sama, Operator EMIS MIN 3 Asahan, Muhammad Mahmujar, menyatakan bahwa
seluruh rangkaian proses pengisian survei secara daring berlangsung tertib dan
tidak mengalami kendala teknis maupun gangguan jaringan.
“Proses
akses ke platform SAHABAT KBC oleh guru dan para siswa terpilih berjalan sangat
lancar, infrastruktur koneksi stabil, dan seluruh responden dapat menyelesaikan
pengisian instrumen tepat waktu tanpa ada hambatan sistem,” jelas Muhammad
Mahmujar.
Mahmujar
menambahkan bahwa kelancaran pelaksanaan survei turut didukung oleh kesiapan
perangkat serta pendampingan teknis selama kegiatan berlangsung. Hal tersebut
memastikan para responden dapat mengikuti setiap tahapan pengisian instrumen
sesuai prosedur yang ditetapkan pada platform. Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan
survei berbasis digital ini sekaligus menjadi bentuk adaptasi madrasah terhadap
pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung evaluasi pendidikan. Penggunaan
platform SAHABAT KBC diharapkan dapat membantu proses pengumpulan data
berlangsung lebih terstruktur sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai
bahan pertimbangan dalam pengembangan kebijakan dan peningkatan mutu
pembelajaran.
“Melalui
partisipasi dalam survei SAHABAT KBC ini, kami berharap MIN 3 Asahan dapat
terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah, tidak
hanya dari sisi pencapaian akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan
penguatan nilai-nilai kemanusiaan. Kami optimistis, penerapan Kurikulum
Berbasis Cinta akan semakin memperkuat terciptanya lingkungan madrasah yang
ramah anak, inklusif, dan penuh kasih sayang, sehingga para siswa dapat tumbuh
menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian
terhadap sesama,” tutup Muhammad Mahmujar. (Wh)
Pulau Rakyat (Humas) – Guru dan sembilan siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan mengikuti pelaksanaan Survei Kurikulum Berbasis Cin...
Pulau Rakyat (Humas) — Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., bersama jajaran dewan guru memimp...
Pulau Rakyat (Humas) — Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., bersama jajaran Tenaga Pendidik M...