Loading...

  • Rabu, 22 April 2026

Botol Bernilai: Pesan Inspiratif di Upacara Bendera MIN 3 Asahan

Petugas sedang mengibarkan bendera merah putih (foto: Diski Pranadi)

Pulau Rakyat (Humas) - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan hari ini, Senin (14/10), kembali menggelar upacara bendera rutin di lapangan utama madrasah. Seluruh siswa-siswi, dewan guru, dan staf tata usaha mengikuti kegiatan ini dengan khidmat dan disiplin, menegaskan bahwa upacara ini bukan sekedar formalitas, melainkan fondasi penting dalam menanamkan semangat nasionalisme dan karakter yang berintegritas.

Kegiatan ini merupakan rutinitas mingguan yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan disiplin, dilaksanakan tepat pukul 07.15 WIB pagi ini dipimpin oleh Uci Humairah, S.Pd., seorang guru Bahasa Arab sekaligus alumnus UIN Sultan Syarif Kasim Riau, yang dalam amanatnya menyampaikan pesan mendalam tentang nilai diri dengan menggunakan ilustrasi sederhana.

Dalam amanatnya, Uci Humairah, S.Pd., menyampaikan bahwa setiap individu, terutama para siswa, harus menyadari potensi diri mereka yang diibaratkan seperti wadah atau botol kosong. Menurutnya, wadah tersebut baru akan memiliki nilai yang signifikan setelah diisi dengan sesuatu yang berharga.

“Anak-anakku sekalian, coba kalian bayangkan sebuah botol kosong. Botol itu sendiri hanyalah wadah. Namun, apa yang terjadi jika botol itu kita isi? Inilah kunci bagaimana kita bisa memiliki nilai di mata dunia dan di hadapan Allah Swt.” Ujarnya.

Uci melanjutkan penjelasannya dengan mengumpamakan botol kosong yang diisi dengan berbagai cairan, mulai dari air putih, jus buah, madu, hingga kopi. Uci menjelaskan bahwa setiap isi akan memberikan nilai kegunaan yang berbeda, dan semakin tinggi kualitas isinya, maka semakin besar pula nilai manfaat yang dimiliki botol tersebut.

“Jika botol kosong tadi kita isi dengan air putih biasa, dia akan bernilai untuk menghilangkan dahaga. Kita isi dengan juz buah-buahan, nilainya naik menjadi sumber vitamin. Bahkan, saat diisi dengan madu murni atau kopi terbaik, botol itu akan memiliki nilai jual dan manfaat yang jauh lebih tinggi dan khusus.” ucap Uci dengan menggebu-gebu.

Pada kesempatan itu, Uci juga menjelaskan inti dari pesan yang disampaikan adalah bahwa para siswa harus senantiasa mengisi diri mereka dengan hal-hal yang bermanfaat, seperti menuntut ilmu agama dan umum, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan ketaatan beribadah. Uci menekankan bahwa hanya dengan cara itulah mereka dapat menjadi pribadi yang bernilai tidak hanya di mata sesama manusia, tetapi juga di hadapan sang Maha Pencipta.

“Diri kalian adalah botol itu. Jika kalian isi masa muda ini dengan ilmu yang bermanfaat, akhlak yang mulia, dan ibadah yang sungguh-sungguh, maka kalian pasti akan bernilai luar biasa di mata manusia, dan yang paling utama, bernilai mulia di sisi Allah Swt.,” tutupnya.

Upacara bendera ini turut mendapatkan apresiasi dari Kepala MIN 3 Asahan, Tohiruddin Hasibuan, S.Pd., M.M. Ia menyampaikan kebanggaannya atas pelaksanaan upacara yang berlangsung tertip serta pesan moral yang disampaikan dalam amanat pembina.

“Saya sangat mengapresiasi kedisiplinan yang ditunjukkan oleh petugas dari kelas 6 B dan seluruh peserta. Pesan dari Ibu Uci Humairah tentang botol dan nilai diri adalah inti dari pendidikan di madrasah. Kita tidak hanya ingin siswa cerdas, tapi juga memiliki isi, memiliki substansi, yaitu ilmu dan iman,” ujar Tohiruddin Hasibuan, S.Pd., M.M., disela-sela aktivitasnya.

Diakhir pernyataannya, Tohiruddin mengungkapkan bahwa, upacara bendera di MIN 3 Asahan bukan hanya sekedar formalitas, melainkan sebuah wadah penanaman nilai kedisiplinan, spiritual, dan kesadaran diri untuk terus mengisi "botol kehidupan" dengan manfaat dan kebajikan, sebuah bekal tak ternilai dalam menghadapi masa depan. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post