Loading...

  • Selasa, 21 April 2026

Bimas Kristen: “Spiritual Care dalam Konteks Pemasyarakatan: Bimbingan Rohani bagi Tahanan Kristen di Polres Asahan”

Foto bersama di Polres asahan

Asahan (31/03/2026)— Dalam upaya menghadirkan pembinaan spiritual yang holistik dan berkelanjutan, para Penyuluh Agama Kristen Kabupaten Asahan melaksanakan kegiatan bimbingan rohani bagi tahanan titipan beragama Kristen di lingkungan Polres Asahan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan pastoral yang tidak hanya menekankan aspek religiusitas, tetapi juga pemulihan psikologis dan rekonstruksi moral para warga binaan.

Pelayanan rohani ini dipimpin oleh Batara Dairi, Odor Sitohang, dan Rikky Ardianto Sipayung, yang secara kontekstual menyampaikan firman Tuhan dengan mengambil nats dari Ibrani 13:1, “Peliharalah kasih persaudaraan.” Ayat ini dijadikan landasan teologis untuk menanamkan nilai kasih, solidaritas, dan kepedulian sebagai prinsip dasar dalam membangun kembali kehidupan yang berkenan kepada Tuhan.

Dalam penyampaiannya, para penyuluh menekankan bahwa kasih persaudaraan bukan sekadar konsep normatif, melainkan praksis iman yang harus diwujudkan dalam sikap hidup sehari-hari, bahkan di tengah keterbatasan dan situasi yang penuh tekanan. Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk kesadaran reflektif para tahanan untuk melihat masa lalu secara kritis dan menata masa depan dengan lebih konstruktif.

Kegiatan ini turut didampingi langsung oleh Penyelenggara Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Marintan Simanjuntak. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa bimbingan rohani merupakan bagian integral dari proses pembinaan yang bertujuan untuk membangun karakter, memperkuat iman, serta menumbuhkan harapan baru bagi para tahanan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa setiap individu memiliki peluang untuk mengalami transformasi hidup melalui pertobatan dan pembaruan iman. Oleh karena itu, kehadiran pelayanan rohani di lingkungan penahanan menjadi sangat strategis sebagai sarana rehabilitasi spiritual yang menyentuh dimensi terdalam kehidupan manusia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para tahanan tidak hanya memperoleh penguatan iman, tetapi juga mengalami perubahan sikap dan pola pikir yang berdampak pada kehidupan yang lebih baik setelah menjalani masa pembinaan. Bimbingan rohani ini menjadi bukti nyata bahwa kasih dan pengharapan tetap dapat dihadirkan, bahkan di balik jeruji sekalipun. (DR) 

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 27 February 2025
Lihat Semua Post