Loading...

  • Rabu, 21 Oktober 2026

Bimas Kristen Kemenag Asahan Hadirkan Penguatan Iman bagi Warga Binaan Lapas Labuhan Ruku

Bersama team untuk Melayani warga Lapas

Labuhan Ruku (21/10/2026) — Penyelenggara Bimas Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Marintan Simanjuntak, S.Th., M.PdK, bersama Penyuluh Agama Kristen Kabupaten Asahan Batara Dairi, Ando Sitindaon, Riki Sipayung, dan Joni Idris, melaksanakan pembinaan rohani bagi warga binaan di Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi pelayanan Bimas Kristen dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat, termasuk kepada warga binaan yang sedang menjalani proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

Pembinaan rohani diarahkan untuk memberikan penguatan iman sekaligus membangun kesadaran bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk mengalami perubahan dan menata kembali kehidupannya. Dalam konteks pemasyarakatan, pendekatan spiritual memiliki peran strategis dalam mendukung proses pembinaan kepribadian dan pembentukan karakter warga binaan.

Melalui penyampaian firman Tuhan, refleksi iman, doa, dan dialog pastoral, para warga binaan diajak untuk tidak terjebak pada masa lalu, melainkan menjadikan proses pembinaan sebagai momentum evaluasi diri, pertobatan, dan persiapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Kehadiran Penyuluh Agama Kristen di lingkungan Lapas juga menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan pelayanan keagamaan secara inklusif. Pelayanan tersebut tidak membatasi seseorang berdasarkan latar belakang maupun kondisi sosialnya, tetapi menjangkau setiap warga yang membutuhkan pendampingan spiritual.

Pembinaan rohani juga menekankan pentingnya membangun kembali relasi dengan Tuhan, memperbaiki relasi dengan sesama, serta menumbuhkan sikap bertanggung jawab terhadap kehidupan. Nilai-nilai iman diharapkan tidak berhenti pada pemahaman secara teoritis, tetapi diwujudkan dalam perubahan sikap, pola pikir, dan perilaku sehari-hari.

Penyelenggara Bimas Kristen Kabupaten Asahan, Marintan Simanjuntak, S.Th., M.PdK, menegaskan bahwa warga binaan tetap memiliki nilai dan martabat sebagai manusia yang membutuhkan pendampingan, penguatan, dan ruang untuk berubah.

“Pembinaan rohani bukan hanya berbicara tentang kegiatan keagamaan, tetapi bagaimana firman Tuhan mampu menyentuh hati, membangun kesadaran, dan mendorong seseorang untuk berani memperbaiki kehidupannya. Masa pembinaan harus dipandang sebagai kesempatan untuk melakukan refleksi, mengalami pemulihan, dan mempersiapkan diri kembali ke tengah keluarga dan masyarakat,” ungkap Marintan.

Menurutnya, pelayanan kepada warga binaan merupakan bagian dari panggilan pelayanan keagamaan yang menempatkan manusia sebagai pribadi yang tetap memiliki harapan untuk mengalami pembaruan.

“Tidak ada kehidupan yang terlalu jauh untuk dipulihkan. Karena itu, tugas kita adalah menghadirkan penguatan iman dan pengharapan agar warga binaan tidak kehilangan perspektif tentang masa depan. Mereka perlu diyakinkan bahwa perubahan adalah sesuatu yang mungkin ketika seseorang sungguh-sungguh membuka diri kepada Tuhan dan bersedia menjalani proses pembaruan,” lanjutnya.

Sementara itu, para Penyuluh Agama Kristen Kabupaten Asahan yang terlibat dalam kegiatan tersebut memberikan pendampingan melalui penyampaian firman Tuhan, penguatan iman, serta pendekatan pastoral yang mendorong warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih konstruktif.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat dimensi spiritual dalam proses pembinaan di Lapas, sehingga warga binaan tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga memperoleh ruang untuk melakukan pembentukan karakter dan pemulihan kehidupan secara holistik.

Kegiatan pembinaan rohani di Lapas Labuhan Ruku menjadi salah satu bentuk konkret sinergi pelayanan keagamaan antara Kementerian Agama dan lembaga pemasyarakatan dalam membangun manusia yang lebih berkarakter, beriman, dan memiliki harapan.

Bagi Bimas Kristen Kabupaten Asahan, pelayanan kepada warga binaan merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan nilai-nilai kekristenan melalui pelayanan yang nyata, humanis, dan transformatif.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan warga binaan mampu menjadikan masa pembinaan sebagai ruang pertobatan, proses pemulihan, dan momentum mempersiapkan diri untuk kembali menjadi pribadi yang bertanggung jawab di tengah keluarga, gereja, dan masyarakat. (DR) 

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 27 February 2025
Lihat Semua Post