Asahan (Bimas Katolik). Penyuluh
Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja,
M.Fil. menjelaskan kepada kelompok binaan yaitu Bina Iman Remaja Katolik UPTD
SMP Negeri 3 Simpang Empat Desa Sungai Lama pada Senin, 11 November 2024 di
salah satu ruangan tentang tiga makna tanda salib. Dalam Katolik, setiap berdoa
selalu menggunakan tanda salib. Dalam Perayaan Ekaristi, umat Katolik membuat tiga
kali tanda salib. Tiga tanda salib yang dibuat memiliki makna dan kapan saja
dilakukan. Tiga makna tanda salib yakni trinitas (signum trinitatis),
penghormatan Injil (veneration evangelii), dan penerimaan berkat (acceptio
benedictionis).
Irawan menjelaskan, “Tanda salib
yang pertama bermakna tanda atau simbol trinitas (signum trinitatis). Tanda
salib ini dilakukan di bagian ritus pembuka dalam Perayaan Ekaristi. Ritus
tanda salib di sini adalah ritus yang mempersattukan para pelayan liturgis
setelah perarakan masuk dan penghormatan altar bersama seluruh umat yang hadir
yang dilakukan setelah mempersiapkan diri.” “Tanda salib dengan formulasi
trintaris mengingatkan kita akan baptisan yang telah kita terima dalam nama
Allah Tritunggal: Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Dengan mengenang baptisan
yang telah kita terima, dosa kita diampuni dan kita menjadi ciptaan yang baru,”
lanjut Irawan.
“Tanda salib yang kedua bermakna
penghormatan terhadap Injil (veneration evangelii). Tanda salib ini
dilakukan sebelum imam membacakan Injil. Ritus tanda salib ini mempunyai dua
arti: yang pertama, agar pewartaan Injil menyucikan pikiran, mulut dan
hati umat beriman dan yang kedua, sebagai ungkapan doa agar Tuhan
membuka pikiran umat beriman untuk menangkap pewartaan Injil yang dibawakan
oleh diakon atau imam”, terang Irawan.
Irawan melanjutkan penjelasan, “Tanda
salib yang ketiga bermakna penerimaan berkat (acceptio benedictionis).
Tanda salib ini dilakukan pada ritus penutup dalam Perayaan Ekaristi. Dengan melakukan
ini, umat beriman siap diutus untuk mewartakan kabar sukacita Injil dan membawa
Kristus dalam hidup sehari-hari.”
Irawan berharap dengan mengetahui
makna dari ritus tanda salib dalam Misa, semoga kita semua semakin terbuka
untuk melakukan tata gerak tanda salib ini dengan sungguh-sungguh dan penuh
penghayatan. (AW)