Loading...

  • Senin, 01 Juni 2026

Tiga Makna Tanda Salib pada Perayaan Ekaristi (Misa) dalam Katolik

Penyuluhan kepada kelompok binaan

Asahan (Bimas Katolik). Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, M.Fil. menjelaskan kepada kelompok binaan yaitu Bina Iman Remaja Katolik UPTD SMP Negeri 3 Simpang Empat Desa Sungai Lama pada Senin, 11 November 2024 di salah satu ruangan tentang tiga makna tanda salib. Dalam Katolik, setiap berdoa selalu menggunakan tanda salib. Dalam Perayaan Ekaristi, umat Katolik membuat tiga kali tanda salib. Tiga tanda salib yang dibuat memiliki makna dan kapan saja dilakukan. Tiga makna tanda salib yakni trinitas (signum trinitatis), penghormatan Injil (veneration evangelii), dan penerimaan berkat (acceptio benedictionis).

Irawan menjelaskan, “Tanda salib yang pertama bermakna tanda atau simbol trinitas (signum trinitatis). Tanda salib ini dilakukan di bagian ritus pembuka dalam Perayaan Ekaristi. Ritus tanda salib di sini adalah ritus yang mempersattukan para pelayan liturgis setelah perarakan masuk dan penghormatan altar bersama seluruh umat yang hadir yang dilakukan setelah mempersiapkan diri.” “Tanda salib dengan formulasi trintaris mengingatkan kita akan baptisan yang telah kita terima dalam nama Allah Tritunggal: Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Dengan mengenang baptisan yang telah kita terima, dosa kita diampuni dan kita menjadi ciptaan yang baru,” lanjut Irawan.

“Tanda salib yang kedua bermakna penghormatan terhadap Injil (veneration evangelii). Tanda salib ini dilakukan sebelum imam membacakan Injil. Ritus tanda salib ini mempunyai dua arti: yang pertama, agar pewartaan Injil menyucikan pikiran, mulut dan hati umat beriman dan yang kedua, sebagai ungkapan doa agar Tuhan membuka pikiran umat beriman untuk menangkap pewartaan Injil yang dibawakan oleh diakon atau imam”, terang Irawan.

Irawan melanjutkan penjelasan, “Tanda salib yang ketiga bermakna penerimaan berkat (acceptio benedictionis). Tanda salib ini dilakukan pada ritus penutup dalam Perayaan Ekaristi. Dengan melakukan ini, umat beriman siap diutus untuk mewartakan kabar sukacita Injil dan membawa Kristus dalam hidup sehari-hari.”

Irawan berharap dengan mengetahui makna dari ritus tanda salib dalam Misa, semoga kita semua semakin terbuka untuk melakukan tata gerak tanda salib ini dengan sungguh-sungguh dan penuh penghayatan. (AW) 

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 15 May 2024
Lihat Semua Post