Loading...

  • Kamis, 23 April 2026

Siswa-Siswi Kelas 5 A MIN 3 Asahan Laksanakan Shalat Dhuha, Perkuat Pembiasaan Ibadah

siswa-siswi kelas 5 A sedang melaksanakan shalat Dhuha

Pulau Rakyat (Humas) – Siswa-siswi kelas 5 A Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan berbaris rapi menyusun shaff di mushalla madrasah untuk melaksanakan shalat Dhuha berjamaah. Kegiatan rutin ini merupakan bagian dari program unggulan madrasah yang bertujuan membentuk karakter religius siswa sejak dini. (31/07/2025)

Pelaksanaan shalat Dhuha ini menjadi salah satu pondasi penting dalam pembiasaan ibadah di MIN 3 Asahan. Setiap pagi, secara bergantian, setiap kelas akan mendapatkan giliran untuk melaksanakan shalat sunah yang memiliki banyak keutamaan tersebut.

Antusiasme siswa-siswi kelas 5 A terlihat jelas. Mereka mengikuti setiap gerakan imam dengan tertib dan penuh konsentrasi. Suara takbir dan doa yang dipanjatkan memenuhi ruang mushalla, menciptakan ketenangan dan kekhusyukan yang menular kepada siapa pun yang menyaksikannya.

Koordinator Kesiswaan MIN 3 Asahan, Rahmayani, S.Pd.I, saat ditemui di mushalla bersama siswa, menjelaskan pentingnya program shalat Dhuha.

"Kegiatan shalat Dhuha ini merupakan salah satu program unggulan yang telah diterapkan di MIN 3 Asahan," ujarnya dengan senyum.

Rahmayani menambahkan bahwa program ini telah berjalan secara konsisten dan mendapatkan respons positif dari siswa maupun orang tua.

"Kami melihat peningkatan kesadaran beribadah pada anak-anak. Mereka menjadi lebih disiplin dan mandiri dalam melaksanakan shalat," jelasnya.

Rahmayani berharap, melalui program-program pembiasaan ibadah ini, MIN 3 Asahan dapat mencetak generasi yang berakhlak mulia dan memiliki pondasi spiritual yang kokoh, siap menghadapi tantangan zaman dengan iman dan takwa.

Saat di konfirmasi diruang kerja, Kepala MIN 3 Asahan, Tohiruddin Hasibuan, S.Pd., M.M., menyampaikan pandangannya mengenai program pembiasaan ini. Tohir menegaskan bahwa shalat Dhuha adalah salah satu dari sekian banyak program pembiasaan yang diterapkan di madrasah.

"Program pembiasaan seperti shalat Dhuha ini kami terapkan sebagai bentuk pembiasaan untuk siswa di madrasah dan di rumah," tegas Tohiruddin

Tohiruddin Hasibuan juga menjelaskan bahwa madrasah berperan sebagai fasilitator utama dalam menanamkan nilai-nilai agama untuk para siswa.

"Kami ingin memastikan bahwa siswa tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan umum, tetapi juga pendidikan agama yang kuat," katanya.

Dikesempatan yang sama, Tohiruddin mengungkapkan, bahwa program pembiasaan ini tidak hanya berdampak pada aspek spiritual, tetapi juga pada disiplin dan karakter siswa secara keseluruhan.

"Siswa yang terbiasa shalat Dhuha cenderung lebih disiplin dalam kegiatan belajar mengajar," ungkapnya.

Tohiruddin Hasibuan juga melihat bahwa program ini menciptakan lingkungan madrasah yang lebih kondusif dan harmonis.

"Suasana religius yang tercipta membuat siswa merasa nyaman dan termotivasi untuk belajar," ucapnya.

Pihak madrasah akan terus berkomitmen untuk mengembangkan program-program pembiasaan ibadah lainnya. "Kami akan terus berinovasi agar kegiatan keagamaan di madrasah ini semakin menarik dan relevan bagi siswa," janji Tohiruddin Hasibuan.

Tohiruddin menambahkan, bahwa dukungan dari orang tua dan peran guru sangat penting dalam keberlanjutan program ini. Menurutnya, apabila tidak ada dukungan dari orang tua dan guru, sebagus apapun program yang ditawarkan oleh madrasah pasti tidak dapat berjalan dengan baik dan outputnya sudah pasti tidak bagus pula. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post