Loading...

  • Kamis, 23 April 2026

Siswa Kelas 4A MIN 3 Asahan Antusias Belajar Pancasila Melalui Permainan Peran

Para siswa sedang mempersiapkan diri untuk memainkan peran

Pulau Rakyat (Humas) – Suasana belajar di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan hari ini tampak berbeda dari biasanya. Siswa-siswi kelas 4A terlihat sangat antusias mengikuti pembelajaran Pancasila yang dipandu oleh wali kelas mereka, Raju Apana Syahputra, M.M. Bukan dengan metode ceramah yang monoton, melainkan melalui permainan sederhana yang melibatkan seluruh siswa dalam kegiatan role playing atau bermain peran. (30/07/2025)

Permainan peran ini dirancang khusus oleh Raju Apana Syahputra untuk membuat materi Pancasila lebih mudah dipahami dan melekat dalam ingatan para siswa. Raju percaya bahwa pembelajaran yang aktif dan menyenangkan akan jauh lebih efektif daripada metode tradisional.

Siswa-siswi dengan sigap mengambil peran mereka. Ekspresi ceria terpancar dari wajah-wajah mungil mereka saat mereka berusaha menjiwai karakter yang diberikan. Tawa riang sesekali pecah, namun tidak mengurangi fokus mereka dalam memahami pesan moral yang terkandung dalam setiap adegan.

Salah satu adegan yang paling menarik perhatian adalah ketika beberapa siswa memerankan sila ketiga Pancasila, "Persatuan Indonesia". Mereka dengan kompak menunjukkan bagaimana perbedaan suku, ras dan warna kulit tidak menghalangi mereka untuk bersatu dan saling mendukung dalam menghadapi sebuah masalah.

Raju Apana Syahputra, M.M., saat ditemui usai pembelajaran, mengungkapkan alasannya memilih metode bermain peran.

"Saya melihat bahwa anak-anak di usia ini cenderung lebih aktif dan mudah menyerap informasi melalui pengalaman langsung. Metode role playing ini memungkinkan mereka untuk merasakan sendiri bagaimana nilai-nilai Pancasila itu diimplementasikan." Ujarnya.

Dikesempatan itu, Raju menambahkan bahwa pada materi ini siswa tidak hanya menghafal tiap-tiap sila, melainkan harus mengerti maknanya.

“Dengan bermain peran, siswa tidak hanya menghafal bunyi sila-sila Pancasila, tetapi juga memahami esensi dari setiap sila tersebut. Mereka jadi tahu bagaimana Pancasila itu relevan dalam kehidupan sehari-hari mereka." Tambahnya.

Menurutnya, metode ini juga membantu mengembangkan empati dan kemampuan sosial siswa serta dapat meningkatkan kreativitas siswa.

"Pembelajaran yang interaktif seperti ini juga memicu kreativitas mereka. Mereka tidak hanya pasif menerima materi, tetapi aktif berkontribusi dalam menciptakan alur cerita dan menyelesaikan masalah yang ada di dalam skenario," lanjut Raju.

Di sisi lain, Kepala MIN 3 Asahan, Tohiruddin Hasibuan, S.Pd., M.M., memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh salah seorang gurunya.

"Kami sangat mendukung upaya-upaya kreatif yang dilakukan oleh para guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran." Tegasnya.

Lebih lanjut, Tohiruddin menegaskan komitmen MIN 3 Asahan untuk terus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan inovatif.

"Kami ingin siswa-siswi kami tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat berlandaskan nilai-nilai agama dan Pancasila," pungkasnya

Pada saat yang sama, Tohiruddin Hasibuan menyampaikan harapannya bahwa kegiatan semacam ini dapat menjadi inspirasi bagi guru-guru lain di MIN 3 Asahan. Tohir percaya dengan menggunakan metode yang variatif dan menarik, semangat belajar siswa akan terus meningkat. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post