Loading...

  • Kamis, 23 April 2026

Rebana Menyatukan, Nasyid Menginspirasi di MIN 1 Asahan

Kelompok Senior Nasyid MIN 1 Asahan

Simpang Empat (Humas) - Suasana hangat dan penuh kekompakan terasa di musholla MIN 1 Asahan setiap sore. Puluhan siswa berkumpul melingkar, memegang rebana dan menyanyikan lantunan syair religi dengan penuh semangat. Inilah kegiatan ekstrakurikuler nasyid yang menjadi salah satu kebanggaan madrasah. Uniknya, kegiatan ini terbagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok nasyid senior dan junior, yang masing-masing memiliki jadwal latihan berbeda.

Ekstrakurikuler nasyid ini dilaksanakan lima hari dalam seminggu. Tiga hari dialokasikan khusus untuk kelompok senior, sementara dua hari lainnya menjadi kesempatan bagi kelompok junior untuk berlatih. Pembagian ini bertujuan agar setiap kelompok dapat fokus mengasah keterampilan mereka sesuai tingkat kemampuan, sekaligus menjaga kualitas latihan.

Sang pelatih, Muhammad Fadhli Panjaitan, dengan sabar membimbing para siswa. Ia tidak hanya mengajarkan teknik vokal dan irama tabuhan rebana, tetapi juga menanamkan nilai kekompakan dan saling menghargai antaranggota. “Saya ingin anak-anak bukan hanya pandai bernasyid, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, disiplin, dan mampu bekerja sama dalam tim,” ungkap Fadhli saat ditemui usai latihan.

Menurut Fadhli, kelompok senior biasanya berisi siswa kelas 5 dan 6 yang sudah memiliki pengalaman tampil di berbagai acara, sedangkan kelompok junior diisi oleh siswa kelas 3 dan 4 yang baru mengenal dunia nasyid. Meski begitu, semangat keduanya tak jauh berbeda. “Junior memang baru, tapi semangat mereka luar biasa. Mereka cepat belajar dan antusias,” tambahnya sambil tersenyum.

Kepala MIN 1 Asahan, Erma Suryana, S.Pd, memberikan apresiasi penuh terhadap kegiatan ini. Ia menilai nasyid bukan hanya mengasah seni suara, tetapi juga menjadi sarana pembinaan akhlak. “Lagu-lagu nasyid sarat pesan moral dan religius. Anak-anak belajar menghargai nilai-nilai islami sekaligus melatih rasa percaya diri mereka,” jelas Erma.

Salah satu anggota kelompok nasyid senior, Ica Amanda dari kelas 6A, mengaku bergabung karena tertarik dengan keindahan syair dan kekompakan tim. “Awalnya saya suka mendengar kakak kelas bernasyid. Waktu ada kesempatan bergabung, saya langsung daftar. Saya ingin belajar teknik bernyanyi yang baik dan bisa tampil membanggakan madrasah,” ujarnya penuh antusias.

Setiap sesi latihan berlangsung sekitar dua jam. Dimulai dengan pemanasan vokal, kemudian dilanjutkan latihan tabuhan rebana, dan diakhiri dengan latihan lagu secara utuh. Latihan tidak hanya dilakukan di dalam ruangan, tetapi juga di area terbuka agar siswa terbiasa bernyanyi dengan suara yang lantang dan jelas.

Prestasi kelompok nasyid MIN 1 Asahan pun sudah cukup membanggakan. Kelompok senior pernah tampil di acara tingkat kabupaten, bahkan pernah menjadi juara di festival nasyid antar-madrasah. Sementara itu, kelompok junior sudah mulai dilibatkan untuk tampil di acara internal sekolah sebagai bentuk latihan mental.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penyaluran bakat seni siswa, tetapi juga mempererat silaturahmi antaranggota. Anak-anak belajar saling mendukung, menghargai perbedaan kemampuan, dan bersama-sama berjuang demi penampilan terbaik.

Dengan latihan yang terjadwal rapi, bimbingan pelatih yang berpengalaman, serta dukungan penuh dari pihak madrasah, ekstrakurikuler nasyid MIN 1 Asahan diyakini akan terus melahirkan generasi muda yang tak hanya bersuara indah, tetapi juga berakhlak mulia. Dan setiap denting rebana yang terdengar di madrasah ini adalah bukti bahwa seni dan pendidikan bisa berpadu harmonis.(SR)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 06 May 2024
Lihat Semua Post