Momentum Pergantian Kepemimpinan, Ka. KUA Sei Kepayang Ikut Sertijab dan Upah-Upah Kepala MAN 2 dan MIN 4 Asahan
Momentum Pergantian Kepemimpinan, Ka. KUA Sei Kepayang Ikut Sertijab dan Upah-Upah Kepala MAN 2 dan MIN 4 Asahan
Loading...
Sei Kepayang (Humas) Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Sei Kepayang menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Early Warning System (EWS) Rukun yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Kamis (18/6).
Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Subbag Tata Usaha, para Kepala Seksi dan Penyelenggara, seluruh Kepala KUA se-Kabupaten Asahan, penghulu, serta penyuluh agama Islam berstatus PNS dan PPPK di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan. Dari KUA Sei Kepayang, kegiatan ini turut diikuti oleh Penghulu Fhardhanis Sabil SH., sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas aparatur Kementerian Agama dalam menjaga dan memperkuat kerukunan umat beragama.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Ahmad Qosbi, S.Ag., M.M., menegaskan pentingnya penerapan EWS Rukun sebagai instrumen deteksi dini dalam menjaga kerukunan umat beragama. Menurutnya, keberadaan EWS Rukun tidak hanya berfungsi sebagai sistem pemantauan, tetapi juga sebagai sarana mitigasi untuk mencegah munculnya potensi konflik sosial keagamaan di tengah masyarakat.
"Kerukunan umat beragama merupakan modal utama dalam pembangunan bangsa. Oleh karena itu, seluruh jajaran Kementerian Agama harus memiliki sensitivitas dan kemampuan dalam membaca dinamika sosial keagamaan di wilayah masing-masing agar setiap potensi persoalan dapat diantisipasi secara cepat dan tepat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, H. Abdul Manan, M.A., dalam arahannya menyampaikan bahwa Bimtek EWS Rukun merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan kerukunan umat beragama di tengah masyarakat.
"EWS Rukun menjadi instrumen penting dalam menjaga keharmonisan dan kerukunan umat beragama. Seluruh ASN Kementerian Agama harus mampu memahami dinamika sosial keagamaan yang berkembang serta melakukan langkah-langkah antisipatif agar potensi konflik dapat dicegah sejak dini," ujar H. Abdul Manan.
Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara KUA, penghulu, penyuluh agama, dan seluruh jajaran Kementerian Agama sangat diperlukan dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkuat moderasi beragama di Kabupaten Asahan.
Sementara itu, Kepala KUA Sei Kepayang, H. Taufik Hidayat Simanjuntak, S.Fil.I., M.H., menyambut baik pelaksanaan Bimtek tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan wawasan dan pengetahuan yang sangat penting bagi para aparatur Kementerian Agama dalam menjalankan tugas pelayanan dan pembinaan keagamaan kepada masyarakat.
"Kegiatan Bimtek EWS Rukun ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan aparatur dalam mendeteksi dini berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu kerukunan umat beragama. Kami siap mengimplementasikan hasil bimtek ini di wilayah Kecamatan Sei Kepayang guna mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan rukun," ungkap H. Taufik Hidayat Simanjuntak.
Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh peserta dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensinya dalam melakukan pemetaan, pelaporan, serta mitigasi terhadap berbagai potensi konflik sosial keagamaan, sehingga kerukunan umat beragama di Kabupaten Asahan dapat terus terjaga dengan baik.(SHH)
Momentum Pergantian Kepemimpinan, Ka. KUA Sei Kepayang Ikut Sertijab dan Upah-Upah Kepala MAN 2 dan MIN 4 Asahan
Perkuat Kerukunan Umat, Ka. KUA Sei Kepayang Hadiri Bimtek EWS Rukun Secara Daring
Jalankan Fungsi BP4, Kepala KUA Layani Warga Konsultasi Keluarga dan Perkawinan