Asahan (Bimas Katolik). Setiap
tanggal 02 November, Gereja Katolik memperingati arwah semua orang yang sudah
meninggal. Peringatan arwah ditetapkan untuk mengenang dan mempersembahkan ujud
doa bagi arwah semua orang beriman. Setiap tanggal 02 November, umat Katolik
mendoakan saudara-saudari yang telah mendahului dengan harapan agar mereka
dapat bergabung dengan para kudus di surga. Tradisi mendoakan jiwa-jiwa yang
telah wafat sudah dilakukan sejak awal kekristenan. Dalam tradisi Katolik,
kematian bukan akhir, melainkan peristiwa puncak kehidupan. Tradisi Katolik
percaya bahwa sesudah pengembaraan di dunia ini, mereka akan memiliki kediaman
abadi di surga. Dasar biblis/Kitab Suci Gereja Katolik memperingati arwah
yaitu dari 2 Makabe 12: 42-45. Tema penyuluhan pada Senin, 04 November 2024
pada Bina Iman Remaja Katolik UPTD SMP Negeri 3 Simpang Empat Desa Sei Lama di
salah satu ruangan yaitu peringatan arwah semua orang beriman dalam Gereja
Katolik.
Penyuluh Agama Katolik Kantor
Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, M.Fil. menjelaskan bahwa
Gereja Katolik telah merayakan peringatan arwah semua orang beriman sejak awal
kekristenan. Hal ini dibuktikan dari teks-teks liturgi yang ditemukan di
Katakombe. Terdapat doa bagi jiwa-jiwa yang sudah meninggal. Jemaat perdana
percaya, bahwa doa-doa mereka dapat memberikan efek positif bagi jiwa-jiwa yang
mereka doakan. “Pengenangan ini dirayakan Gereja sebelum memasuki tahun liturgi
baru yang diawali dengan masa Adven. Maka, sebelum mempersiapkan kedatangan
Kristus, kita diajak untuk merenungkan kefanaan hidup kita di dunia dan harapan
akan hidup kekal di surga,” lanjut Irawan.
Walaupun tanggal 02 November
sudah lewat tetapi Irawan tetap mengajak kelompok binaan untuk berdoa bagi
jiwa-jiwa yang masih berada di api penyucian dengan merayakan Ekaristi atau
bersama keluarga memanjatkan doa bagi leluhur dan anggota keluarga tercinta
yang sudah meninggal dunia. Doa dilaksanakan di rumah maupun mengikuti perayaan
Ekaristi peringatan arwah orang beriman di gereja atau pun yang diselenggarakan
di pemakaman. Bisa juga berziarah ke makam dengan membawa lilin dan bunga untuk
ditaburkan di nisan serta berdoa di sana bukan membawa makanan kesukaan almarhahum
atau bukan membawa sirih ataupun rokok. (AW)