Loading...

  • Selasa, 26 Mei 2026

Penyuluhan tentang Peringatan Arwah dalam Gereja Katolik

Penyuluhan kepada kelompok binaan

Asahan (Bimas Katolik). Setiap tanggal 02 November, Gereja Katolik memperingati arwah semua orang yang sudah meninggal. Peringatan arwah ditetapkan untuk mengenang dan mempersembahkan ujud doa bagi arwah semua orang beriman. Setiap tanggal 02 November, umat Katolik mendoakan saudara-saudari yang telah mendahului dengan harapan agar mereka dapat bergabung dengan para kudus di surga. Tradisi mendoakan jiwa-jiwa yang telah wafat sudah dilakukan sejak awal kekristenan. Dalam tradisi Katolik, kematian bukan akhir, melainkan peristiwa puncak kehidupan. Tradisi Katolik percaya bahwa sesudah pengembaraan di dunia ini, mereka akan memiliki kediaman abadi di surga. Dasar biblis/Kitab Suci Gereja Katolik memperingati arwah yaitu dari 2 Makabe 12: 42-45. Tema penyuluhan pada Senin, 04 November 2024 pada Bina Iman Remaja Katolik UPTD SMP Negeri 3 Simpang Empat Desa Sei Lama di salah satu ruangan yaitu peringatan arwah semua orang beriman dalam Gereja Katolik.

Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, M.Fil. menjelaskan bahwa Gereja Katolik telah merayakan peringatan arwah semua orang beriman sejak awal kekristenan. Hal ini dibuktikan dari teks-teks liturgi yang ditemukan di Katakombe. Terdapat doa bagi jiwa-jiwa yang sudah meninggal. Jemaat perdana percaya, bahwa doa-doa mereka dapat memberikan efek positif bagi jiwa-jiwa yang mereka doakan. “Pengenangan ini dirayakan Gereja sebelum memasuki tahun liturgi baru yang diawali dengan masa Adven. Maka, sebelum mempersiapkan kedatangan Kristus, kita diajak untuk merenungkan kefanaan hidup kita di dunia dan harapan akan hidup kekal di surga,” lanjut Irawan.

Walaupun tanggal 02 November sudah lewat tetapi Irawan tetap mengajak kelompok binaan untuk berdoa bagi jiwa-jiwa yang masih berada di api penyucian dengan merayakan Ekaristi atau bersama keluarga memanjatkan doa bagi leluhur dan anggota keluarga tercinta yang sudah meninggal dunia. Doa dilaksanakan di rumah maupun mengikuti perayaan Ekaristi peringatan arwah orang beriman di gereja atau pun yang diselenggarakan di pemakaman. Bisa juga berziarah ke makam dengan membawa lilin dan bunga untuk ditaburkan di nisan serta berdoa di sana bukan membawa makanan kesukaan almarhahum atau bukan membawa sirih ataupun rokok. (AW)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 15 May 2024
Lihat Semua Post