Loading...

  • Jumat, 03 April 2026

Penyuluh Katolik: Praktik Simonisme

Penyuluhan kepada kelompok binaan

Asahan (Penyuluh Katolik). Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, M.Fil. mengadakan penyuluhan untuk kelompok binaan yaitu Bina Iman Remaja Katolik UPTD SMP Negeri 2 Pulau Rakyat Desa Padang Mahondang pada Jumat, 22 November 2024 di lapangan. Tema penyuluhan adalah praktik Simonisme. Apa itu praktik Simonisme?

Penyuluh yang akrab dipanggil Wawan menjelaskan, “Praktik Simonisme adalah sebuah ajaran heretik yang muncul pada masa para rasul, didirikan oleh Simon Magis dan dibantu oleh Helena. Simon yang berasal dari Gitton, Samaria, sebelumnya telah terlibat dalam praktik magis. Ketika mewartakan kristianitas (Katolik) ke Samaria, Filipus memperoleh banyak pengikut, termasuk Simon, yang kemudian meminta kuasa mukjizat dari Petrus. Namun, Petrus menolaknya, menyatakan bahwa karunia ilahi tidak dapat dibeli atau dijual.”

“Sikap Simon yang ingin membeli kuasa tersebut menciptakan Simonisme, yang menyalahgunakan hal-hal spiritual atau Ilahi dengan motif uang. Simon menganggap dirinya sebagai tuhan yang mahattinggi dan berinkarnasi di Samaria, serta meyakini bahwa tubuh manusia adalah penjara bagi yang Ilahi, dengan tujuannya adalah membebaskan yang Ilahi dari penjaranya,” lanjut Wawan. Simonisme terus berkembang seiring dengan perkembangan Kristen, dengan para misionaris selalu mengingatkan akan bahaya ajaran Simon Magis. Praktik Simionisme tetap ada dalam Sejarah Gereja, berubah bentuk dari satu era ke era berikutnya, dan bahkan masih ada hingga saat ini. 

Wawan menutup pertemuan dengan mengatakan bahwa dalam Simonisme, konsep bahwa Simon adalah penebus yang berinkarnasi untuk membebaskan yang Ilahi dan bantuan dayangnya Helena menjadi esensial dalam ajarannya. Meskipun diperingatkan dan dikecam oleh gereja, pengaruh Simonisme masih terasa hingga zaman sekarang. (AW) 

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 15 May 2024
Lihat Semua Post