Pesparani Katolik Kab. Asahan Tahun 2026 Perkuat Iman, Persaudaraan, dan Kerukunan Umat Beragama
Asahan (Humas BimKat). Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Kabupaten Asahan Tahun 2026 berlangsung dengan penuh sukacita dan sem...
Loading...
Asahan (Humas BimKat).
Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan
Dwiatmaja, M.Fil. melakukan penyuluhan kepada kelompok binaan yaitu Bina Iman
Remaja Katolik UPTD SMP Negeri 2 Pulau Rakyat Desa Padang Mahondang di salah
satu ruangan pada Kamis, 13 Februari 2025.
Tema penyuluhan yaitu Meningkatkan
Budaya Literasi untuk Remaja. Di era digital saat ini, informasi tersebar luas
dengan cepat melalui berbagai media. Remaja sebagai generasi yang aktif dalam
dunia digital sering kali terpapar banyak tulisan, baik yang bersifat edukatif
maupun yang menyesatkan. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk memiliki
kemampuan literasi yang baik agar dapat menganalisis setiap tulisan dengan
kritis dan objektif. Literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca, tetapi
juga mencakup pemahaman, analisis, dan penerapan informasi secara bijak.
Penyuluh yang akrab disapa
Wawan mengatakan tiga (3) poin pentingnya literasi bagi remaja yaitu “(1) membantu
berpikir kritis. Literasi yang baik memungkinkan remaja untuk tidak hanya
menerima informasi secara pasif, tetapi juga menganalisis kebenaran dan
relevansinya. Dengan begitu, mereka dapat membuat keputusan yang lebih bijak
dalam berbagai aspek kehidupan, (2) meningkatkan daya analisis. Remaja yang
terbiasa membaca dan mengkaji berbagai tulisan akan lebih terampil dalam
memahami konteks dan maksud dari sebuah teks. Kemampuan ini sangat penting,
baik dalam pendidikan maupun dalam kehidupan sosial, (3) menumbuhkan kreativitas
dan wawasan. Membaca berbagai jenis tulisan, seperti buku, artikel, dan jurnal
ilmiah, dapat memperkaya wawasan dan inspirasi bagi remaja dalam berkarya.
“Strategi Meningkatkan
Budaya Literasi yaitu (a) mendorong kebiasaan membaca dengan menyediakan akses
mudah ke buku dan sumber bacaan berkualitas, mengadakan program membaca seperti
klub buku atau tantangan literasi. (b) Mengajarkan teknik analisis teks dengan
menggunakan metode seperti membaca kritis, diskusi kelompok, dan refleksi
tertulis, menganalisis berita atau artikel dengan mempertimbangkan sumber dan
kredibilitasnya. (c) Memanfaatkan teknologi secara bijak dengan mendorong
penggunaan platform digital yang mendukung literasi, seperti perpustakaan
digital atau jurnal akademik, mengajarkan cara membedakan informasi yang valid
dari yang menyesatkan”, jelas Wawan.
Pada akhir penyuluhan, Wawan menegaskan, “Budaya literasi yang kuat akan membantu remaja menjadi individu yang lebih kritis, kreatif, dan bijaksana dalam menghadapi dunia yang penuh dengan informasi. Oleh karena itu, peran keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam membangun kebiasaan literasi yang positif bagi generasi muda.” (AW)
Asahan (Humas BimKat). Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Kabupaten Asahan Tahun 2026 berlangsung dengan penuh sukacita dan sem...
Asahan (Humas BimKat). Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, S.Fil., M.Fi...
Asahan (Humas BimKat). Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, S.Fil., M.Fi...