Bimas Katolik Kemenag Asahan Laksanakan Penyuluhan di Lapas: Menyalakan Harapan
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja bersama Penyuluh A...
Loading...
Asahan (Humas BimKat). Berbela
rasa dan rela berbagi adalah dua konsep yang saling melengkapi dalam kehidupan
umat Katolik. Berbela rasa terdiri dari kata bela yang berarti melindungi atau
menolong, dan rasa yang berarti perasaan, kepekaan, atau sensitivitas. Bela
rasa mengajak kita untuk merasakan dan memahami penderitaan orang lain. Rela
berbagi adalah sikap kesediaan untuk memberikan sebagian dari apa yang kita
miliki kepada orang lain dengan sukarela dan tanpa pamrih.
Penyuluh Agama Katolik
Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, M.Fil. memandu
ibadat pendalaman aksi puasa Pembangunan (APP) di lingkungan St. Yosef Lestari
Selatan Gereja Katolik Paroki Sakramen Mahakudus Kisaran pada Kamis, 13 Maret
2025. Pertemuan diawali dengan membahas poster dan dilanjutkan dengan
pendalaman dari Lukas 10:25-37.
Wawan menjelaskan, “Dalam
poster tampak seorang ibu memakai Rosario memberi sebungkus makanan kepada
pengemis dengan menyentuh tangannya. Sedangkan dua orang di belakang mereka
hanya melewati pengemis tanpa berbuat apa-apa. Sebagai umat beriman, kita tidak
bisa menutup mata terhadap ketidakadilan dan penderitaan yang terjadi di
sekitar kita. Kita dipanggil untuk berbela rasa dan rela berbagi bagi mereka
yang membutuhkan dalam segala situasinya.”
Teks Kitab Suci Lukas 10:25-37 yang berisi perumpamaan tentang Orang Samaria yang murah hati menegaskan pentingnya kasih yang melampaui batas-batas sosial, agama, dan budaya. Ketika seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus tentang cara memperoleh hidup yang kekal, Yesus mengarahlan diskusi kepada inti hukum Taurat: mengasihi Allah dengan segenap hati dan mengasihi sesama seperti diri sendiri.
“Perumpamaan ini
menekankan bahwa kasih kepada sesama tidak terbatas pada kelompok atau golongan
tertentu. Yesus menggunakan tokoh orang Samaria yang pada itu dianggap musuh
oleh orang Yahudi untuk menunjukkan bahwa sesama kita adalah siapa saja yang
membutuhkan pertolongan tanpa memandang latar belakang mereka. Semoga kita siap
menolong siapa pun tanpa pamrih, bahkan jika mereka berbeda atau dianggap asing,”
tutup Wawan dalam penjelasannya. (AW)
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja bersama Penyuluh A...
Asahan (Humas BimKat). Pelaksana Tugas (Plt.) Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja be...
Asahan (Humas BimKat). Penyuluh Agama Katolik, Lodewik Sitohang, S.Fil. melakukan penyuluhan kepada umat Gereja Katolik Paroki Sakramen Maha...