Loading...

  • Kamis, 23 April 2026

Penyuluh Agama Katolikn Pimpin Ibadat BKSN: Umat Katolik yang Bermisi Membarui Diri Relasi dengan Diri Sendiri

Penyuluh sedang memimpin ibadat

Asahan (Humas BimKat). Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja melakukan ibadat bersama untuk pertemuan pendalaman Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2025 bersama kelompok remaja Katolik di UPTD SMP Negeri 2 Pulau Rakyat, Desa Padang Mahondang pada Jumat, 12 September 2025. Wawan melaksanakan ibadat BKSN yang pertama dengan tema Umat Katolik yang Bermisi Membarui Diri Relasi dengan Diri Sendiri dari Za. 1:1-6. Wawan ingin para remaja dapat semakin memahami makna membarui relasi dengan diri sendiri, menjelaskan sikap dan tindakan untuk membarui relasi dengan diri sendiri, dan mewujudkan niat dan komitmen untuk membarui relasi dengan diri sendiri.

 

Pada pertemuan pertama ini, kita diajak merenungkan nubuat Nabi Zakharia. Ia berhadapan dengan orang-orang Yahudi yang sedang sibuk membangun Bait Allah, yang sudah dirobohkan oleh bangsa Babel. Bersama Nabi Hagai, ia memberikan semangat kepada orang Yahudi untuk menyelesaikan Pembangunan itu. Mereka yakin, setelah Bait Allah selesai dibangun, Allah Kembali ke Sion dan berdiam di Yerusalem, sehingga mereka hidup dengan aman di tanah mereka.

 

“Para saudara yang terkasih. Pada pertemuan pertama pendalaman BKSN ini, kita akan melihat Tuhana menegur umat-Nya yang telah lama menjauh dari jalan kebenaran. Mereka hidup dalam kejahatan, menolak mendengarkan firman Tuhan, dan bersikap keras hari. Tuhan murka, namun tetap ada panggilan kasih: Kembalilah kepada-Ku, maka aku akan kembali kepadamu. Beberapa orang Yahudi menyadari kesalahan mereka dan mengakui bahwa apa yang Tuhan lakukan terhadap mereka adalah adil. Mereka bertobatdan menyadari pentingnya hidup sesuai dengan hukum dan kehendak Allah”, jelas Wawan.

 

Pertobatan bukan hanya tentang meninggalkan dosa tetapi juga tentang kembali kepada identitas sejati sebagai manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Dalam terang iman Katolik, pengalaman ini mengingatkan kita bahwa misi pertama setiap orang beriman adalah membarui relasi dengan dirinya sendiri, yakni Kembali menjadi pribadi yang hidup dalam kebenaran, keadilan, dan kasih, sesuai dengan kehendak Allah.


Dalam ibadat BKSN yang pertama ini Wawan menekankan, “Bermisi untuk membarui relasi dengan diri sendiri berarti mengenal Kembali siapa diri kita yang sejati, antara lain dengan membuat refleksi pribadi, meditasi, berdoa, membaca dan merenungkan Kitab Suci, dan menerima Sakramen. Kita juga bisa membuat catatan harian, hidup disiplin dan tanggung jawab, menjauhi kebiasaan buruk, dan melatih diri bersikap jujur dan adil kapan dan di mana pun.” (AW)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 15 May 2024
Lihat Semua Post