Bimas Katolik Kemenag Asahan Laksanakan Penyuluhan di Lapas: Menyalakan Harapan
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja bersama Penyuluh A...
Loading...
Asahan (Humas BimKat). Penyuluh
Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja melakukan
ibadat bersama untuk pertemuan pendalaman Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2025
bersama kelompok remaja Katolik di UPTD SMP Negeri 2 Pulau Rakyat, Desa Padang
Mahondang pada Jumat, 12 September 2025. Wawan melaksanakan ibadat BKSN yang
pertama dengan tema Umat Katolik yang Bermisi Membarui Diri Relasi dengan Diri
Sendiri dari Za. 1:1-6. Wawan ingin para remaja dapat semakin memahami makna
membarui relasi dengan diri sendiri, menjelaskan sikap dan tindakan untuk
membarui relasi dengan diri sendiri, dan mewujudkan niat dan komitmen untuk
membarui relasi dengan diri sendiri.
Pada pertemuan pertama
ini, kita diajak merenungkan nubuat Nabi Zakharia. Ia berhadapan dengan
orang-orang Yahudi yang sedang sibuk membangun Bait Allah, yang sudah dirobohkan
oleh bangsa Babel. Bersama Nabi Hagai, ia memberikan semangat kepada orang
Yahudi untuk menyelesaikan Pembangunan itu. Mereka yakin, setelah Bait Allah
selesai dibangun, Allah Kembali ke Sion dan berdiam di Yerusalem, sehingga
mereka hidup dengan aman di tanah mereka.
“Para saudara yang
terkasih. Pada pertemuan pertama pendalaman BKSN ini, kita akan melihat Tuhana
menegur umat-Nya yang telah lama menjauh dari jalan kebenaran. Mereka hidup
dalam kejahatan, menolak mendengarkan firman Tuhan, dan bersikap keras hari.
Tuhan murka, namun tetap ada panggilan kasih: Kembalilah kepada-Ku, maka aku akan
kembali kepadamu. Beberapa orang Yahudi menyadari kesalahan mereka dan mengakui
bahwa apa yang Tuhan lakukan terhadap mereka adalah adil. Mereka bertobatdan
menyadari pentingnya hidup sesuai dengan hukum dan kehendak Allah”, jelas
Wawan.
Pertobatan bukan hanya
tentang meninggalkan dosa tetapi juga tentang kembali kepada identitas sejati
sebagai manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Dalam terang
iman Katolik, pengalaman ini mengingatkan kita bahwa misi pertama setiap orang
beriman adalah membarui relasi dengan dirinya sendiri, yakni Kembali menjadi
pribadi yang hidup dalam kebenaran, keadilan, dan kasih, sesuai dengan kehendak
Allah.
Dalam ibadat BKSN yang pertama ini Wawan menekankan, “Bermisi untuk membarui relasi dengan diri sendiri berarti mengenal Kembali siapa diri kita yang sejati, antara lain dengan membuat refleksi pribadi, meditasi, berdoa, membaca dan merenungkan Kitab Suci, dan menerima Sakramen. Kita juga bisa membuat catatan harian, hidup disiplin dan tanggung jawab, menjauhi kebiasaan buruk, dan melatih diri bersikap jujur dan adil kapan dan di mana pun.” (AW)
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja bersama Penyuluh A...
Asahan (Humas BimKat). Pelaksana Tugas (Plt.) Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja be...
Asahan (Humas BimKat). Penyuluh Agama Katolik, Lodewik Sitohang, S.Fil. melakukan penyuluhan kepada umat Gereja Katolik Paroki Sakramen Maha...