Loading...

  • Selasa, 25 Agustus 2026

Penyuluh Agama Katolik Tanamkan Sikap Optimis, Penuh Rasa Syukur, dan Selalu Berusaha Menyebarkan Cinta Kasih Injili

Penyuluhan di Desa Sungai Lama

Asahan (Humas BimKat). Paulus merupakan murid Yesus yang berani berbalik dari jalan kegelapan menuju terang. Ia berani Kembali pada jalan yang benar dan lurus, yakni dengan mengikuti jalan Kristus, bermisi, dan mewartakan Injil-Nya. Ia melakukan berbagai pewartaan dengan penuh pengharapan dan semangat untuk membagikan kasih Kristus kepada jemaat-jemaat.

 

Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja melakukan penyuluhan kepada kelompok remaja Katolik di UPTD SMP Negeri 3 Simpang Empat, Desa Sungai Lama pada Selasa, 26 Agustus 2025. Wawan melakukan penyuluhan dengan tema Belajar dari Santo Paulus: Tanamkan Sikap Optimis, Penuh Rasa Syukur, dan Selalu Berusaha Menyebarkan Cinta Kasih Injili. Wawan ingin remaja memiliki sikap optimis, penuh rasa syukur, dan selalu berusaha menyebarkan cinta kasih injili dalam hidup.

 

Paulus melakukan pewartaan dengan berbagai bentuk. Khotbah, penginjilan secara pribadi, penginjilan di tempat umum, mengunjungi jemaat-jemaat, dan berdialog di pasar merupakan cara-cara yang dilakukannya untuk melakukan pewartaan. Dalam 1Tes. 2:1-8, Paulus datang membawa Injil Kabar Gembira Allah. Semua dilakukan Paulus demi menyenangkan hati Allah. Paulus tidak memiliki ambisi pribadi melainkan semuanya untuk Allah.

 

“Semangat hidup Rasul Paulus menjadi inspirasi bagi kita. Di tengah banyak persoalan dan penganiayaan, Paulus tetap bersikap optimis penuh rasa syukur, dan selalu berusaha menyebarkan cinta kasih injili. Paulus sudah menjadi pribadi yang ‘selesai dengan diri sendiri’, sehingga tidak ada lagi niat untuk memegahkan diri sendiri. Cintanya yang meluap-luap pada Kristus memampukan dia mengasihi setiap jemaat dengan segenap hatinya,” tekan Wawan dalam penyuluhannya.

Wawan ingin para remaja tidak mencla-mencle, pesimis, dan lupa bersyukur atas segala yang diperoleh dalam hidup. Wawan menekankan bahwa terdapat banyak persoalan dalam hidup tetapi kita harus tetap bersyukur. “Paulus memberi teladan, menjadi inspirator bai kita bagaimana cara hidup di dunia ini walaupun menghadapi banyak gejolak. Semoga, kita dapat meneladani cara hidup Rasul Paulus,” tutup Wawan dalam penyuluhan. (AW) 

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 15 May 2024
Lihat Semua Post