Loading...

  • Jumat, 05 Juni 2026

Penyuluh Agama Katolik mengajak Orang Muda Katolik mengamalkan “Sifat Gereja yang Satu”

Penyuluh Agama menjelaskan tentang Gereja yang Satu

Asahan (Humas Bimkat) Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan memberikan penyuluhan kepada orang Muda Katolik di Kecamatan Simpang Empat. Penyuluhan dilaksanakan pada Rabu, 03 September 2025 di Sekolah Menengah Atas Negeri Satu yang dihadiri kelas XI. Lodewik Sitohang, S.Fil mengutip ungkapan Santo Paulus untuk menyatakan sifat Gereja yang Satu dengan istilah ‘Koinonia’.

Dalam paparannya, Lodewik Sitohang menjelaskan kata “Koinonia’ yang berarti ‘Persatuan’ atau ‘Persekutuan’ tertuang dalam surat Paulus kepada Jemaat di Korintus, “sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, baik budak maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh” (1 Kor 12:13). Di samping itu, lebih dalam lagi di jelaskan dari ajaran Gereja, dokumen Konsili Vatikan II dalam Lumen Gentium artikel 4 (LG 4) mengatakan bahwa “Gereja tampak sebagai umat yang disatukan berdasarkan kesatuan Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Diakhir penjelasannya Lodewik mengatakan Kesatuan Gereja dapat lebih dirincikan demikian : Gereja satu kepercayaan, yaitu percaya akan Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit dari antara orang mati. Umat beriman itu satu seperti Kristus bersatu dengan Bapa-Nya. Bersatu sebagai Umat Katolik walaupun berbeda suku, Marga, bangsa. Satu pimpinan yang mempersatukan semua umat. Satu pengajaran.

Sebagai kesimpulan Lodewik menegaskan, Gereja itu adalah Satu harus nyata dalam tanda nyata. Pengakuan iman sama dan satu dibawah kegembalaan para Rasul, melalui kehadiran para Uskup di tempat masing-masing. Posisi Paus sebagai ketua diantara para Rasul (Uskup seluruh dunia). Semoga kita, Orang Muda Katolik dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Terimakasih (aTw)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 29 July 2025
Lihat Semua Post