Loading...

  • Selasa, 25 Agustus 2026

Penyuluh Agama Katolik Kemenag Kab. Asahan Mengikuti Pembinaan Kompetensi Penyuluhan Berbasis Digital

Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI, Suparman, S.Sos., M.Si. membuka kegiatan

Asahan (Penyuluh Katolik). Selama 3 hari, Selasa-Kamis, 20-22 Mei 2025, dua Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan yaitu Nerisia Ginting, S.Ag., dan Alb Irawan Dwiatmaja, M.Fil. mengikuti Pembinaan Kompetensi Penyuluhan Berbasis Digital secara daring yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI. Pembinaan ini dilakukan secara tatap muka dan daring yang diikuti sebanyak 460 peserta.

 

Dalam pembukaan, Dirjen Bimas Katolik Suparman, S.Sos., M.Si. mengapresiasi kegiatan ini karena media informasi sudah menjadi bagian dari hidup. Suparman ingin para penyuluh memanfaatkan media informasi sebagai media untuk menyampaikan pesan agama dan pembanguan nasional. Suparman berharap inovasi dan kreatifitas para penyuluh agama dapat dikolaborasikan dengan transformasi digital. “Menjadi catatan penting bahwa media informasi menjadi sarana untuk mendekatkan umat dengan ajarannya. Indikator kegiatan penyuluhan berhasil ketika mendekatkan umat dengan ajaran agamanya seperti yang selalu ditekankan oleh bapak menteri agama,” ungkap Suparman.

 

Narasumber kegiatan ini terdiri dari pihak Gereja Katolik yaitu RD. Anthonius Gregorius A. Lalu yang merupakan Sekretaris Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), konsultan media Kementerian Agama Ahmad Syawlana, dan Angger Putranto, S.S., M.I.Kom. yang merupakan tim media Kompas. Setiap narasumber memberi penjelasan kepada para penyuluh. Romo Lalu menekankan bahwa media digital sebagai sarana pewartaan iman di era modern dan etika bermedia sosial dalam perspektif Gereja Katolik. Ahmad menyampaikan perihal pengelolaan akun media sosial dan metode penyajian konten media sosial kreatif dan menarik.

 

“Saya ingin bapak/ibu menggunakan media bukan sekedar viral tetapi pesannya sampai. Kita ingin menyampaikan pesan agama dan pembangunan nasional jadi pertama-tama bukan viralnya tetapi pesannya sampai. Coba lihat yang viral-viral, setelah itu apa? Kan tidak ada kan,” jelas Angger. Angger berharap para penyuluh memanfaatkan media digital untuk mewartakan iman. Angger juga memberi pelatihan praktis cara membuat video yang menarik untuk dapat di posting di media sosial.


“Saya merasa terbantu dengan pembinaan ini. Saya mendapatkan hal-hal praktis bagaimana supaya video yang terkait penyuluhan menarik dan pesannya tersampaikan. Saya mengucapkan terimakasih kepada Ditjen Bimas Katolik sebagai instansi pembina dan narasumber yang ahli di bidangnya memberi pembinaan kepada kami. Kami dan saya terutama akan lebih massif lagi menggunakan media digital menyampaikan pesan agama Katolik”, uangkap Wawan sebagai salah satu peserta. (AW)   

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 15 May 2024
Lihat Semua Post