Semakin Mencintai Devosi Rosario, Bimas Katolik Kemenag Asahan Bina Warga Binaan Lapas Labuhan Ruku
Asahan (Humas BimKat). Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja bersama Penyu...
Loading...
Asahan (Penyuluh Katolik).
Selama 3 hari, Selasa-Kamis, 20-22 Mei 2025, dua Penyuluh Agama Katolik Kantor
Kementerian Agama Kab. Asahan yaitu Nerisia Ginting, S.Ag., dan Alb Irawan
Dwiatmaja, M.Fil. mengikuti Pembinaan Kompetensi Penyuluhan Berbasis Digital
secara daring yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan
Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI. Pembinaan ini dilakukan secara tatap
muka dan daring yang diikuti sebanyak 460 peserta.
Dalam pembukaan, Dirjen Bimas
Katolik Suparman, S.Sos., M.Si. mengapresiasi kegiatan ini karena media informasi
sudah menjadi bagian dari hidup. Suparman ingin para penyuluh memanfaatkan
media informasi sebagai media untuk menyampaikan pesan agama dan pembanguan
nasional. Suparman berharap inovasi dan kreatifitas para penyuluh agama dapat
dikolaborasikan dengan transformasi digital. “Menjadi catatan penting bahwa media
informasi menjadi sarana untuk mendekatkan umat dengan ajarannya. Indikator kegiatan
penyuluhan berhasil ketika mendekatkan umat dengan ajaran agamanya seperti yang
selalu ditekankan oleh bapak menteri agama,” ungkap Suparman.
Narasumber kegiatan ini
terdiri dari pihak Gereja Katolik yaitu RD. Anthonius Gregorius A. Lalu yang
merupakan Sekretaris Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Konferensi Waligereja Indonesia
(KWI), konsultan media Kementerian Agama Ahmad Syawlana, dan Angger Putranto,
S.S., M.I.Kom. yang merupakan tim media Kompas. Setiap narasumber memberi
penjelasan kepada para penyuluh. Romo Lalu menekankan bahwa media digital
sebagai sarana pewartaan iman di era modern dan etika bermedia sosial dalam
perspektif Gereja Katolik. Ahmad menyampaikan perihal pengelolaan akun media
sosial dan metode penyajian konten media sosial kreatif dan menarik.
“Saya ingin bapak/ibu
menggunakan media bukan sekedar viral tetapi pesannya sampai. Kita ingin
menyampaikan pesan agama dan pembangunan nasional jadi pertama-tama bukan
viralnya tetapi pesannya sampai. Coba lihat yang viral-viral, setelah itu apa?
Kan tidak ada kan,” jelas Angger. Angger berharap para penyuluh memanfaatkan
media digital untuk mewartakan iman. Angger juga memberi pelatihan praktis cara
membuat video yang menarik untuk dapat di posting di media sosial.
“Saya merasa terbantu dengan pembinaan ini. Saya mendapatkan hal-hal praktis bagaimana supaya video yang terkait penyuluhan menarik dan pesannya tersampaikan. Saya mengucapkan terimakasih kepada Ditjen Bimas Katolik sebagai instansi pembina dan narasumber yang ahli di bidangnya memberi pembinaan kepada kami. Kami dan saya terutama akan lebih massif lagi menggunakan media digital menyampaikan pesan agama Katolik”, uangkap Wawan sebagai salah satu peserta. (AW)
Asahan (Humas BimKat). Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja bersama Penyu...
Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, melakukan audiensi dengan Pastor Pa...
Asahan (Humas BimKat). Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, bersama deng...