Semakin Mencintai Devosi Rosario, Bimas Katolik Kemenag Asahan Bina Warga Binaan Lapas Labuhan Ruku
Asahan (Humas BimKat). Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja bersama Penyu...
Loading...
Asahan (Humas BimKat).
Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan
Dwiatmaja mengikuti Pelatihan Public Speaking selama 6 hari, 16-21 Juni
2025 di Balai Diklat Keagamaan Medan. Pelatihan ini diikuti oleh penyuluh agama
ASN sebanyak 30 orang dari berbagai kabupaten/kota di lingkungan Kantor Wilayah
Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara.
Kepala Balai Diklat
Keagamaan (BDK) Medan, Drs. Muhammad Halomoan, M.Pd. dalam pembukaan mengatakan
bahwa pelatihan ini diadakan untuk meningkatkan sumber daya manusia kemenag. “Idealnya
setiap ASN termasuk penyuluh agama kemenag itu mendapatkan 4 kali pelatihan untuk
meningkatkan SDM kemenag. Pelatihan public speaking ingin menguatkan
para penyuluh untuk dapat berkomunikasi di depan umum. Para penyuluh agama
memiliki keterampilan untuk menyampaikan sebuah informasi kepada orang lain
dengan tujuan dan cara-cara tertentu”, jelas Halomoan.
Narasumber pelatihan ini
berasal dari widyaiswara dari BDK Medan dan pejabat eselon di lingkungan Kanwil
Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara. “Peran komunikasi dalam dunia
komunikasi terdiri dari komunikasi verbal dan non verbal. Komunikasi verbal
seperti kata-kata, tulisan, foto, lukisan dan komunikasi non verbal seperti mimik wajah, bahasa tubuh, tindakan, paralinguistik, penampilan, aroma, dll. Peran
dan fungsi komunikasi verbal dan non verbal yaitu untuk membangun kesamaan
makna, untuk mempertegas pesan yang akan disampaikan, untuk membagun keyakinan
pendengar, dan representasi dan kredibilitas diri pembicara”, ucap Jayitno sebagai
widyaiswara.
“Dalam komunikasi terdapat
beberapa bentuk public speaking yaitu pidato, moderator, memimpin rapat,
mengajar, dan pembawa acara (mc). Bentuk ini harus diketahui para
penyuluh agama supaya dapat menempatkan posisi ketika ditugaskan. Tidak semua
hal sama sehingga dengan melihat bentuk-bentuk ini para penyuluh dapat
menerapkan ketika diberi amanah entah itu menjadi pembawa acara atau menjadi moderator
dan sebagainya”, jelas Nurhamidah.
“Dalam ilmu komunikasi,
kita harus memahami metode public speaking yakni metode impromptu,
manuscript, memoriter, extemporer. Dengan mengetahui metode-metode tersebut,
para penyuluh dapat menyampaikan informasi dan menempatkan diri sesuai dengan
kapasitasnya ketika ditunjuk”, terang Nurhamidah.
Produk akhir dari pelatihan ini adalah penampilan podcast oleh para peserta pelatihan yang difasilitasi oleh BDK Medan. “Saya mengucapkan terimakasih kepada BDK Medan yang memberi pelatihan ini sehingga saya dapat menerapkan dalam tugas saya sebagai penyuluh agama. Selama ini saya menganggap bahwa semua itu sama tetapi setelah mengikuti pelatihan ini, ada banyak hal-hal yang harus diperhatikan dalam berkomunikasi di ruang publik, ungkap Wawan. (AW)
Asahan (Humas BimKat). Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja bersama Penyu...
Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, melakukan audiensi dengan Pastor Pa...
Asahan (Humas BimKat). Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, bersama deng...