Loading...

  • Minggu, 26 April 2026

Penyelenggara Bimas Katolik Kemenag Kab. Asahan Adakan Deep Talk dengan Jajaran

Deep Talk Bimas Katolik Kemenag Kab. Asahan

Asahan (Humas BimKat). Sebuah organisasi yang sehat ketika pimpinan dan jajaran memiliki satu visi dan misi. Ketika visi dan misi menjadi satu, organisasi dapat melangkah maju dan cepat. Untuk mencapai kesatuan tersebut dibutuhkan diskusi-diskusi satu dengan yang lain sehingga dapat menambah insight baru. Setiap orang memiliki pandangan dan usulan yang dapat memperkaya dan membuat inovasi baru pada sebuah organisasi.

 

Satuan kerja Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan mengadakan deep talk antara pimpinan dan jajaran yaitu penyuluh agama Katolik dan pelayanan operasional umum, serta pengadministrasi umum pada Senin, 28 Juli 2025 di Ruang Kerja Penyelenggara Bimas Katolik Kemenag Kab. Asahan. Deep talk langsung dipimpin oleh Penyelenggara Katolik Kemenag Kab. Asahan, Lusia Saragi, S.Ag.

 

Lusia mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk merespon situasi yang perlu mendapat perhatian khusus. Lusia menyatakan bahwa untuk menindaklanjuti program prioritas Menteri Agama diharapkan kepada kita semua untuk aktif menggunakan berbagai platform digital dalam menyampaikan kegiatan-kegiatan yang kita lakukan. “Seperti penyuluh, supaya aktif membuat berita di website kemenagasahan.com dan posting di media sosial kita Bimas Katolik Asahan seluruh kegiatan penyuluhan. Bapak/ibu yang bagian administrasi juga harus aktif untuk menyebarkan berita hal-hal yang kita lakukan seperti kita mengadakan kunjungan ke instansi tertentu seperti Dinas Pendidikan”, ungkap Lusia.

Lusia juga menyampaikan salah satu fokus kita adalah tentang pendidikan. Satu fungsi dari Bimas Katolik ialah urusan pendidikan. Lusia memiliki perhatian khusus untuk siswa/i yang beragama Katolik di sekolah negeri yang tidak memiliki guru agama Katolik. “Saya ingin siswa/i yang beragama Katolik di sekolah negeri mendapat pendidikan agama Katolik. Selama ini mereka belajar agama bukan agama Katolik. Saya sudah memberi tugas kepada para penyuluh agama Katolik untuk memberikan penyuluhan kepada mereka sampai guru agama Katolik ditempatkan di sekolah-sekolah tersebut. Hal ini sudah berjalan dalam dua (2) tahun,” kata Lusia.


“Dua hal tersebut yang menjadi perhatian saya. Untuk itu, saya berharap bapak/ibu dapat menyatukan ini semua demi kemajuan satker kita terutama pelayanan kita terhadap umat Katolik di Kab. Asahan,” terang Lusia. Dalam pertemuan, setiap jajaran memberi pendapat demi kebaikan dan kemajuan satuan kerja Penyelenggara Katolik Kemenag Kab. Asahan. Pertemuan berjalan dengan lancar. (AW)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 15 May 2024
Lihat Semua Post