Kisaran ( Humas) Kegiatan pembelajaran matematika di kelas 1B MIN 10 Asahan berlangsung dengan penuh semangat dan keceriaan. Di bawah bimbingan wali kelas Kartini S.Ag, siswa-siswi diajak memahami konsep “tinggi dan rendah” melalui model pembelajaran kontekstual yang dipadukan dengan metode demonstrasi serta tanya jawab interaktif. Selasa (28/04/2026)
Sejak awal pembelajaran, suasana kelas terlihat hidup. Guru mengawali kegiatan dengan mengajak siswa mengamati berbagai benda di sekitar mereka, seperti meja, kursi, papan tulis, hingga membandingkan tinggi badan antar teman. Melalui pendekatan ini, siswa dapat langsung mengaitkan materi pelajaran dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Metode demonstrasi diterapkan secara langsung oleh Kartini S.Ag dengan memperagakan perbandingan tinggi beberapa benda di depan kelas. Tidak hanya melihat, siswa juga diberi kesempatan untuk mencoba sendiri, sehingga mereka lebih mudah memahami konsep yang diajarkan. Keterlibatan aktif ini membuat proses belajar menjadi lebih bermakna dan menyenangkan.
Selain itu, metode tanya jawab turut memperkaya jalannya pembelajaran. Pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti “Mana yang lebih tinggi?” dan “Mengapa benda ini lebih rendah?” mampu merangsang rasa ingin tahu siswa. Mereka pun tampak antusias dalam menjawab dan mengemukakan pendapat, sehingga tercipta interaksi yang aktif antara guru dan siswa.
Kepala madrasah, Sartiji S.Pd.I., M.M, menyampaikan bahwa pembelajaran seperti ini menunjukkan kreativitas guru dalam mengelola kelas. Beliau menilai bahwa penggunaan metode yang variatif sangat penting untuk meningkatkan minat belajar siswa, khususnya pada jenjang dasar. Ia juga berharap kegiatan pembelajaran inovatif seperti ini dapat terus dikembangkan di lingkungan madrasah.
Dengan penerapan model pembelajaran kontekstual yang dipadukan dengan demonstrasi dan tanya jawab, siswa kelas 1B MIN 10 Asahan tidak hanya memahami konsep matematika secara lebih mudah, tetapi juga merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan. Hal ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat belajar serta meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi sejak dini.(na)