Loading...

  • Minggu, 19 April 2026

Pembelajaran Kreatif di MIN 10 Asahan: “Kartu Tebak Gambar” Hidupkan Pemahaman Majas Metafora Siswa Kelas IVB

Pelaksanaan pembelajaran

Kisaran (Humas) Suasana belajar yang menyenangkan dan penuh antusias tampak di kelas IVB MIN 10 Asahan saat pelajaran Bahasa Indonesia berlangsung. Dengan bimbingan wali kelas, Isti Dariaty, S.Pd, kegiatan pembelajaran kali ini mengangkat materi majas metafora melalui model cooperative learning yang dipadukan dengan pendekatan deep learning berbasis aktivitas bermakna. Rabu (15/04/2026)

Kegiatan pembelajaran dikemas secara menarik melalui media inovatif bertajuk “Kartu Tebak Gambar Majas Metafora”, yang selaras dengan pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta. Sejak awal pembelajaran, siswa sudah diajak untuk terlibat aktif melalui kegiatan ice breaking berupa tebak perasaan dari gambar yang telah disiapkan guru. Melalui aktivitas ini, siswa tidak hanya berlatih mengamati, tetapi juga belajar mengenali emosi dan makna yang tersirat.

Setelah suasana kelas menjadi lebih hidup, guru bersama siswa secara kolaboratif menguraikan konsep majas metafora dengan bahasa sederhana. Pendekatan ini membuat siswa lebih mudah memahami bahwa metafora adalah gaya bahasa yang membandingkan sesuatu secara langsung tanpa kata penghubung.

Memasuki kegiatan inti, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok diberikan kartu bergambar yang harus mereka amati, diskusikan, dan tafsirkan menjadi kalimat metafora. Aktivitas ini mendorong kerja sama, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis siswa dalam menghubungkan gambar dengan makna kiasan.

Keceriaan terlihat jelas ketika setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Siswa saling berbagi ide dan saling menghargai pendapat teman. Tidak hanya berfokus pada hasil, proses pembelajaran ini juga memberikan ruang refleksi. Siswa diajak mengidentifikasi ciri utama majas metafora serta mengungkapkan perasaan mereka selama mengikuti kegiatan.

Pendekatan pembelajaran ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada pengalaman belajar yang mendalam dan kesadaran diri siswa. Dengan metode yang interaktif dan bermakna, siswa menjadi lebih percaya diri, aktif, dan menikmati proses belajar.

Kepala madrasah, Sartiji, S.Pd.I., MM, memberikan apresiasi terhadap inovasi pembelajaran yang dilakukan di kelas IVB. Ia menilai bahwa kegiatan seperti ini mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif sekaligus meningkatkan kualitas pemahaman siswa.

Melalui kegiatan “Kartu Tebak Gambar Majas Metafora”, diharapkan siswa tidak hanya memahami konsep bahasa, tetapi juga merasakan bahwa belajar adalah proses yang menyenangkan, penuh makna, dan membekas dalam kehidupan mereka.(na)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 18 May 2024
Lihat Semua Post