Jelang TKA dan Ujian Madrasah, MIN 3 Asahan Mantapkan Persiapan Lewat Rakor Bersama Wali Murid
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., memimpin langsung jalannya Rapat Koordi...
Loading...
Pulau Rakyat (Humas)
– Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Tohiruddin Hasibuan, S.Pd.,
M.M., memimpin kegiatan penyemaian dan okulasi bunga kertas. Kegiatan ini
dilakukan oleh MIN 3 Asahan sebagai bagian dari inisiatif untuk mendukung
program Asta Protas atau Delapan Program Prioritas dari Kementerian Agama
Republik Indonesia (Kemenag RI). Secara spesifik, penanaman bunga kertas ini
merupakan wujud dukungan terhadap program Penguatan Ekoteologi di madrasah.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menanamkan kesadaran lingkungan kepada
para siswa dan menciptakan lingkungan madrasah yang lebih asri. (14/08/2025)
Menurut Tohiruddin,
kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan MIN 3 Asahan terhadap salah satu
program unggulan Kemenag RI. "Asta Protas, atau 'Delapan Program
Prioritas', merupakan program strategis yang digagas oleh Kemenag untuk
mendorong berbagai perbaikan di sektor pendidikan dan keagamaan. Salah satu
poin pentingnya adalah Penguatan Ekoteologi, yang bertujuan untuk menanamkan
kesadaran lingkungan dan nilai-nilai religius dalam menjaga alam,"
ujarnya.
Tohiruddin
menjelaskan bahwa penanaman bunga kertas di MIN 3 Asahan memiliki tujuan ganda.
Pertama, secara estetika, bunga-bunga ini akan mempercantik lingkungan
madrasah, menciptakan suasana yang lebih nyaman dan asri bagi seluruh warga
sekolah.
"Lingkungan yang
indah dan bersih akan meningkatkan semangat belajar siswa dan juga membuat para
guru serta staf merasa lebih betah dalam bekerja," jelasnya.
Lebih dari itu,
penanaman ini juga memiliki tujuan edukatif. Siswa-siswi MIN 3 Asahan akan
diajak terlibat langsung dalam setiap tahapan, mulai dari penyemaian hingga
perawatan. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab
mereka terhadap lingkungan sejak dini.
"Kami ingin
mengajarkan kepada anak-anak bahwa menjaga alam adalah bagian dari ajaran agama
kita," tambahnya.
Tohiruddin
menegaskan bahwa madrasah, sebagai lembaga pendidikan berbasis agama, memiliki
peran krusial dalam mendukung Asta Protas Kemenag RI. Penguatan Ekoteologi,
misalnya, sangat relevan dengan ajaran Islam yang mengajarkan pentingnya menjaga
alam sebagai amanah dari Allah Subhanahu Wata’ala.
"Madrasah merupakan
wadah yang ideal untuk menanamkan nilai-nilai ini, karena kami tidak hanya
memberikan ilmu pengetahuan umum, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak
mulia," tutupnya.
Raju Apana Syahputra
Nasution, S.Pd.SD., M.M., sebagai penanggung jawab atas proses teknis
penanaman, menjelaskan secara rinci tahapan yang telah dilalui. Menurutnya,
proses ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran.
"Kami memulai
dengan proses penunasan, di mana cabang-cabang yang tidak produktif dipotong
agar energi tanaman fokus pada pertumbuhan tunas yang baru dan sehat,"
paparnya.
Setelah itu, Raju
yang dibantu oleh salah seorang Pramubakti, Diski Pranadi, melakukan okulasi
yang merupakan teknik menempelkan tunas dari satu tanaman ke tanaman lain untuk
menghasilkan varietas baru yang lebih unggul dan varian warna.
"Proses ini
membutuhkan waktu beberapa minggu hingga bibit dan tunas siap untuk ditanam di
lokasi-lokasi yang telah kami tentukan di sekitar area madrasah," jelas
Raju sembari menaburkan sekam padi di setiap tunas bunga kertas. (Wh)
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., memimpin langsung jalannya Rapat Koordi...
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, menghadiri kegiatan supervisi manajerial yang dip...
Pulau Rakyat (Humas) – Mengawali hari kerja pertama setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 A...