Loading...

  • Rabu, 22 April 2026

MIN 3 Asahan Tanam Bunga Kertas, Dukung Program Ekoteologi Kemenag RI

Kepala MIN 3 Asahan dibantu Salah Seorang Guru memberikan sekam padi

Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Tohiruddin Hasibuan, S.Pd., M.M., memimpin kegiatan penyemaian dan okulasi bunga kertas. Kegiatan ini dilakukan oleh MIN 3 Asahan sebagai bagian dari inisiatif untuk mendukung program Asta Protas atau Delapan Program Prioritas dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Secara spesifik, penanaman bunga kertas ini merupakan wujud dukungan terhadap program Penguatan Ekoteologi di madrasah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menanamkan kesadaran lingkungan kepada para siswa dan menciptakan lingkungan madrasah yang lebih asri. (14/08/2025)

Menurut Tohiruddin, kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan MIN 3 Asahan terhadap salah satu program unggulan Kemenag RI. "Asta Protas, atau 'Delapan Program Prioritas', merupakan program strategis yang digagas oleh Kemenag untuk mendorong berbagai perbaikan di sektor pendidikan dan keagamaan. Salah satu poin pentingnya adalah Penguatan Ekoteologi, yang bertujuan untuk menanamkan kesadaran lingkungan dan nilai-nilai religius dalam menjaga alam," ujarnya.

Tohiruddin menjelaskan bahwa penanaman bunga kertas di MIN 3 Asahan memiliki tujuan ganda. Pertama, secara estetika, bunga-bunga ini akan mempercantik lingkungan madrasah, menciptakan suasana yang lebih nyaman dan asri bagi seluruh warga sekolah.

"Lingkungan yang indah dan bersih akan meningkatkan semangat belajar siswa dan juga membuat para guru serta staf merasa lebih betah dalam bekerja," jelasnya.

Lebih dari itu, penanaman ini juga memiliki tujuan edukatif. Siswa-siswi MIN 3 Asahan akan diajak terlibat langsung dalam setiap tahapan, mulai dari penyemaian hingga perawatan. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab mereka terhadap lingkungan sejak dini.

"Kami ingin mengajarkan kepada anak-anak bahwa menjaga alam adalah bagian dari ajaran agama kita," tambahnya.

Tohiruddin menegaskan bahwa madrasah, sebagai lembaga pendidikan berbasis agama, memiliki peran krusial dalam mendukung Asta Protas Kemenag RI. Penguatan Ekoteologi, misalnya, sangat relevan dengan ajaran Islam yang mengajarkan pentingnya menjaga alam sebagai amanah dari Allah Subhanahu Wata’ala.

"Madrasah merupakan wadah yang ideal untuk menanamkan nilai-nilai ini, karena kami tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan umum, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak mulia," tutupnya.

Raju Apana Syahputra Nasution, S.Pd.SD., M.M., sebagai penanggung jawab atas proses teknis penanaman, menjelaskan secara rinci tahapan yang telah dilalui. Menurutnya, proses ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran.

"Kami memulai dengan proses penunasan, di mana cabang-cabang yang tidak produktif dipotong agar energi tanaman fokus pada pertumbuhan tunas yang baru dan sehat," paparnya.

Setelah itu, Raju yang dibantu oleh salah seorang Pramubakti, Diski Pranadi, melakukan okulasi yang merupakan teknik menempelkan tunas dari satu tanaman ke tanaman lain untuk menghasilkan varietas baru yang lebih unggul dan varian warna.

"Proses ini membutuhkan waktu beberapa minggu hingga bibit dan tunas siap untuk ditanam di lokasi-lokasi yang telah kami tentukan di sekitar area madrasah," jelas Raju sembari menaburkan sekam padi di setiap tunas bunga kertas. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post