Loading...

  • Kamis, 23 April 2026

MIN 3 Asahan Selenggarakan Upacara Bendera, Pembina Ingatkan Makna Kemerdekaan dan Pentingnya Ilmu

Pembina upacara sedang menyampaikan amanat dihadapan ratusan siswa

Pulau Rakyat (Humas) – Suasana khidmat menyelimuti lapangan utama Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan pada Senin, 08 Agustus 2025. Seluruh komponen madrasah, mulai dari siswa-siswi, dewan guru, hingga staf tata usaha, berbaris rapi mengikuti upacara bendera. Upacara ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah momen reflektif untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan pendidikan.

Kegiatan upacara bendera kali ini dipimpin langsung oleh Rahmayani, S.Pd.I., sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, Rahmayani menyampaikan pesan-pesan yang mendalam dan relevan, menyentuh hati seluruh peserta upacara. Fokus utama amanatnya adalah mengingatkan kembali tentang perjuangan para pahlawan dan peran krusial pelajar dalam mengisi kemerdekaan.

Rahmayani memulai amanatnya dengan mengajak seluruh peserta upacara untuk merenungkan betapa besar pengorbanan yang telah diberikan para pahlawan bangsa demi tercapainya kemerdekaan.

"Anak-anakku sekalian, hari ini kita berdiri di sini, di bawah kibaran sang merah putih yang gagah. Bendera ini tidak berkibar dengan sendirinya," ujar Rahmayani

"Setiap jengkal tanah air ini dibayar dengan darah, keringat, dan air mata para pahlawan kita. Mereka rela mengorbankan segalanya, bahkan nyawa mereka, agar kita bisa merdeka," lanjutnya.

Rahmayani menegaskan bahwa kemerdekaan yang kita nikmati saat ini adalah buah dari persatuan dan semangat juang yang tak pernah padam. "Mereka berjuang bukan untuk diri sendiri, melainkan untuk masa depan bangsa, untuk masa depan kita semua," katanya.

Setelah menyampaikan refleksi sejarah, Rahmayani mengalihkan perhatiannya pada peran para pelajar saat ini. Rahma menekankan bahwa tugas berat pahlawan telah usai, kini giliran para pelajar untuk mengambil alih tongkat estafet.

"Dulu, perjuangan mereka adalah mengangkat senjata. Sekarang, perjuangan kita adalah mengangkat pena dan buku. Senjata terbaik kalian adalah dengan semangat belajar yang tinggi," tegasnya.

Rahmayani mengingatkan bahwa mengisi kemerdekaan berarti membangun bangsa menjadi lebih baik. "Kalian adalah calon pemimpin bangsa di masa depan. Oleh karena itu, jangan pernah sia-siakan waktu kalian. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, raih prestasi setinggi-tingginya," pesannya.

Setelah itu, Rahmayani memaparkan sebuah konsep pendidikan seumur hidup atau long life education. Ia menjelaskan bahwa proses belajar tidak akan pernah berhenti, tidak hanya di bangku madrasah.

"Pendidikan adalah sebuah perjalanan panjang, bukan tujuan akhir. Artinya, belajar itu tidak berhenti ketika kalian lulus dari madrasah ini, atau bahkan dari perguruan tinggi," jelasnya.

Untuk memperkuat pesannya, Rahmayani mengutip sebuah hadis yang sangat terkenal. Kemudian dibacakan dengan lantang, lalu diterjemahkan agar seluruh siswa memahami maknanya.

"Man aroda dun yaa fa’alaihi bil ‘ilmi, wa man arodal akhirota fa’alaihi bil ‘ilmi, wa man aroda huma fa’alaihi bil ‘ilmi," ucapnya.

"Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia, maka dengan ilmu. Barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat, maka dengan ilmu. Dan barang siapa yang menghendaki keduanya, maka dengan ilmu," tuturnya ketika mengartikan hadis yang disampaikan.

Pesan ini sangat mendalam, menekankan bahwa ilmu adalah kunci untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Tanpa ilmu, manusia akan sulit menjalani hidup dengan baik dan terarah.

Diwaktu yang sama, Rahmayani kemudian menyampaikan sebuah metafora yang indah tentang peran semua pihak dalam pendidikan.

"Tugas guru adalah menyemai ilmu kepada siswa, tugas orang tua menyiramnya dan kelak ketika kamu dewasa akan merasakan buahnya," tutur Rahmayani diakhir amanatnya.

Menanggapi amanat yang disampaikan oleh Rahmayani, Kepala MIN 3 Asahan, Tohiruddin Hasibuan, S.Pd., M.M., memberikan apresiasi yang tinggi. Tohir menyatakan bahwa pesan-pesan tersebut sangat relevan dengan tujuan madrasah.

"Amanat yang disampaikan oleh Ibu Rahmayani sangat luar biasa. Ini sejalan dengan visi dan misi madrasah kita," ungkap Tohiruddin Hasibuan saat ditemui setelah upacara.

"MIN 3 Asahan tidak hanya bertujuan mencetak siswa yang cerdas secara akademis, tetapi juga siswa yang berakhlak mulia dan memiliki kesadaran berbangsa yang tinggi. Pesan-pesan tadi adalah penguat dari tujuan tersebut," tambahnya.

Menurut Tohiruddin, konsep long life education dan hadis tentang pentingnya ilmu adalah pondasi utama dalam pendidikan di MIN 3 Asahan. "Ilmu adalah cahaya. Madrasah ini hadir untuk membimbing siswa-siswi agar senantiasa mencari cahaya itu, baik untuk kebaikan dunia maupun akhirat," katanya.

Tohiruddin berharap dengan pesan yang disampaikan oleh pembina, seluruh siswa dapat mengambil hikmah dan terus termotivasi untuk menjadi generasi yang membanggakan. (Wh)

 

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post