Jelang TKA dan Ujian Madrasah, MIN 3 Asahan Mantapkan Persiapan Lewat Rakor Bersama Wali Murid
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., memimpin langsung jalannya Rapat Koordi...
Loading...
Pulau Rakyat (Humas)
– Suasana khidmat menyelimuti lapangan utama Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3
Asahan pada Senin, 08 Agustus 2025. Seluruh komponen madrasah, mulai dari
siswa-siswi, dewan guru, hingga staf tata usaha, berbaris rapi mengikuti
upacara bendera. Upacara ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah momen
reflektif untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan pendidikan.
Kegiatan upacara
bendera kali ini dipimpin langsung oleh Rahmayani, S.Pd.I., sebagai pembina
upacara. Dalam amanatnya, Rahmayani menyampaikan pesan-pesan yang mendalam dan
relevan, menyentuh hati seluruh peserta upacara. Fokus utama amanatnya adalah
mengingatkan kembali tentang perjuangan para pahlawan dan peran krusial pelajar
dalam mengisi kemerdekaan.
Rahmayani memulai
amanatnya dengan mengajak seluruh peserta upacara untuk merenungkan betapa
besar pengorbanan yang telah diberikan para pahlawan bangsa demi tercapainya
kemerdekaan.
"Anak-anakku
sekalian, hari ini kita berdiri di sini, di bawah kibaran sang merah putih yang
gagah. Bendera ini tidak berkibar dengan sendirinya," ujar Rahmayani
"Setiap jengkal
tanah air ini dibayar dengan darah, keringat, dan air mata para pahlawan kita.
Mereka rela mengorbankan segalanya, bahkan nyawa mereka, agar kita bisa
merdeka," lanjutnya.
Rahmayani menegaskan
bahwa kemerdekaan yang kita nikmati saat ini adalah buah dari persatuan dan
semangat juang yang tak pernah padam. "Mereka berjuang bukan untuk diri
sendiri, melainkan untuk masa depan bangsa, untuk masa depan kita semua,"
katanya.
Setelah menyampaikan
refleksi sejarah, Rahmayani mengalihkan perhatiannya pada peran para pelajar
saat ini. Rahma menekankan bahwa tugas berat pahlawan telah usai, kini giliran
para pelajar untuk mengambil alih tongkat estafet.
"Dulu,
perjuangan mereka adalah mengangkat senjata. Sekarang, perjuangan kita adalah
mengangkat pena dan buku. Senjata terbaik kalian adalah dengan semangat belajar
yang tinggi," tegasnya.
Rahmayani
mengingatkan bahwa mengisi kemerdekaan berarti membangun bangsa menjadi lebih
baik. "Kalian adalah calon pemimpin bangsa di masa depan. Oleh karena itu,
jangan pernah sia-siakan waktu kalian. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, raih
prestasi setinggi-tingginya," pesannya.
Setelah itu, Rahmayani
memaparkan sebuah konsep pendidikan seumur hidup atau long life education.
Ia menjelaskan bahwa proses belajar tidak akan pernah berhenti, tidak hanya di
bangku madrasah.
"Pendidikan
adalah sebuah perjalanan panjang, bukan tujuan akhir. Artinya, belajar itu
tidak berhenti ketika kalian lulus dari madrasah ini, atau bahkan dari
perguruan tinggi," jelasnya.
Untuk memperkuat
pesannya, Rahmayani mengutip sebuah hadis yang sangat terkenal. Kemudian dibacakan
dengan lantang, lalu diterjemahkan agar seluruh siswa memahami maknanya.
"Man aroda dun
yaa fa’alaihi bil ‘ilmi, wa man arodal akhirota fa’alaihi bil ‘ilmi, wa man
aroda huma fa’alaihi bil ‘ilmi," ucapnya.
"Barang siapa
yang menghendaki kehidupan dunia, maka dengan ilmu. Barang siapa yang
menghendaki kehidupan akhirat, maka dengan ilmu. Dan barang siapa yang
menghendaki keduanya, maka dengan ilmu," tuturnya ketika mengartikan hadis
yang disampaikan.
Pesan ini sangat
mendalam, menekankan bahwa ilmu adalah kunci untuk meraih kebahagiaan di dunia
dan akhirat. Tanpa ilmu, manusia akan sulit menjalani hidup dengan baik dan
terarah.
Diwaktu yang sama, Rahmayani
kemudian menyampaikan sebuah metafora yang indah tentang peran semua pihak
dalam pendidikan.
"Tugas guru
adalah menyemai ilmu kepada siswa, tugas orang tua menyiramnya dan kelak ketika
kamu dewasa akan merasakan buahnya," tutur Rahmayani diakhir amanatnya.
Menanggapi amanat
yang disampaikan oleh Rahmayani, Kepala MIN 3 Asahan, Tohiruddin Hasibuan,
S.Pd., M.M., memberikan apresiasi yang tinggi. Tohir menyatakan bahwa
pesan-pesan tersebut sangat relevan dengan tujuan madrasah.
"Amanat yang
disampaikan oleh Ibu Rahmayani sangat luar biasa. Ini sejalan dengan visi dan
misi madrasah kita," ungkap Tohiruddin Hasibuan saat ditemui setelah
upacara.
"MIN 3 Asahan
tidak hanya bertujuan mencetak siswa yang cerdas secara akademis, tetapi juga
siswa yang berakhlak mulia dan memiliki kesadaran berbangsa yang tinggi.
Pesan-pesan tadi adalah penguat dari tujuan tersebut," tambahnya.
Menurut Tohiruddin,
konsep long life education dan hadis tentang pentingnya ilmu adalah
pondasi utama dalam pendidikan di MIN 3 Asahan. "Ilmu adalah cahaya.
Madrasah ini hadir untuk membimbing siswa-siswi agar senantiasa mencari cahaya
itu, baik untuk kebaikan dunia maupun akhirat," katanya.
Tohiruddin berharap dengan
pesan yang disampaikan oleh pembina, seluruh siswa dapat mengambil hikmah dan
terus termotivasi untuk menjadi generasi yang membanggakan. (Wh)
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., memimpin langsung jalannya Rapat Koordi...
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, menghadiri kegiatan supervisi manajerial yang dip...
Pulau Rakyat (Humas) – Mengawali hari kerja pertama setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 A...