MIN 3 Asahan Resmi Tutup PMBM Tahun Pelajaran 2026/2027: Kuota Terpenuhi dengan Antusiasme Tinggi
Pulau Rakyat (Humas) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan secara resmi mengumumkan penutupan proses Penerimaan Murid Baru Madrasah (P...
Loading...
Pulau Rakyat (Humas)
– Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan secara resmi mengumumkan penutupan
proses Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) untuk Tahun Pelajaran 2026/2027.
Keputusan ini diambil menyusul selesainya tahapan daftar ulang yang menjadi
fase final dari rangkaian seleksi penerimaan siswa baru. Kegiatan daftar ulang
tersebut dilaksanakan dengan tertib di kantor sementara madrasah. (30/04)
Berdasarkan data
yang dihimpun oleh Tim Humas MIN 3 Asahan, antusiasme masyarakat pada tahun ini
tergolong luar biasa. Hal ini dibuktikan dengan kecepatan pengisian kuota yang
tersedia sejak hari pertama pendaftaran dibuka hingga penutupan masa daftar
ulang. Panitia PMBM MIN 3 Asahan, Uci Humairah Situmorang, S.Pd., memberikan
keterangan resmi mengenai hasil akhir proses seleksi tersebut. Ia menyatakan
bahwa seluruh tahapan telah berjalan sesuai dengan prosedur operasional standar
yang telah ditetapkan oleh pihak madrasah.
"Kami
menginformasikan bahwa per hari ini, Kamis 30 April 2026, proses PMBM di MIN 3
Asahan resmi kami tutup. Seluruh rangkaian, mulai dari sosialisasi,
pendaftaran, hingga daftar ulang, telah selesai dilaksanakan," ujar Uci
saat ditemui di ruang sekretariat panitia.
Lebih lanjut, Uci
menjelaskan secara detail mengenai jumlah peserta didik yang berhasil lolos
seleksi. Tercatat sebanyak 56 orang murid baru telah dinyatakan resmi lolos
menjadi bagian dari keluarga besar MIN 3 Asahan untuk tahun ajaran mendatang. Jumlah
56 orang tersebut bukanlah angka yang ditentukan secara acak. Uci menekankan
bahwa jumlah tersebut didasarkan pada ketersediaan ruang kelas atau Rombongan
Belajar (Rombel) yang dimiliki oleh madrasah saat ini.
"Untuk tahun
pelajaran 2026/2027, kita hanya menerima 56 murid yang akan dibagi ke dalam 2
Rombongan Belajar. Pembagian ini dilakukan untuk menjamin kualitas kegiatan
belajar mengajar agar tetap efektif," tambahnya.
Penetapan jumlah
siswa per kelas ini mengacu pada regulasi pendidikan yang berlaku di Indonesia.
Pihak madrasah berkomitmen penuh untuk mengikuti Standar Nasional Pendidikan
(SNP) demi menjaga kenyamanan siswa di dalam kelas. Sesuai dengan rasio SNP yakni
1:28, maka setiap kelas diisi maksimal oleh 28 siswa. Dengan total 56 siswa
untuk dua kelas, MIN 3 Asahan telah memenuhi standar rasio ideal antara luas
ruangan dengan jumlah peserta didik.
"Kami sangat
bersyukur karena kuota tersebut semuanya terpenuhi 100 persen. Tidak ada kursi
yang kosong, dan semua orang tua yang dinyatakan lulus seleksi telah
menyelesaikan kewajiban daftar ulangnya dengan sangat disiplin," jelas Uci
dengan nada puas.
Keberhasilan
pemenuhan kuota ini juga mendapat sorotan positif dari pimpinan madrasah.
Kepala MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, memberikan apresiasi setinggi-tingginya
kepada para orang tua yang telah memberikan kepercayaan besar kepada madrasah.
Dalam pernyataannya,
Ummiati Nasution mengungkapkan rasa bangganya melihat tren positif ketertarikan
masyarakat terhadap pendidikan berbasis madrasah. Menurutnya, jumlah pendaftar
tahun ini jauh melampaui ekspektasi awal pihak sekolah.
"Tahun ini kami
melihat antusiasme pendaftar yang sangat tinggi. Bahkan, jumlah masyarakat yang
ingin menyekolahkan anaknya di sini jauh lebih banyak daripada kursi yang
tersedia," ungkap Ummiati Nasution penuh semangat.
Ummiati menambahkan
bahwa tingginya minat ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi pihak
madrasah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan. Menurutnya, kepercayaan
masyarakat adalah amanah yang harus dijaga dengan kualitas pelayanan yang baik.
"Kami merasa
bangga sekaligus terharu melihat semangat para orang tua. Ini membuktikan bahwa
MIN 3 Asahan masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam membentuk
karakter dan kecerdasan anak di tingkat dasar," lanjutnya.
Diakhir
penjelasannya, Ummiati mengungungkapkan bahwa meskipun banyak pendaftar yang
terpaksa tidak dapat diterima karena keterbatasan kuota, Ia berharap masyarakat
dapat memaklumi kebijakan tersebut. Hal ini dilakukan semata-mata demi menjaga
kualitas pembelajaran sesuai standar nasional. (Wh)
Pulau Rakyat (Humas) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan secara resmi mengumumkan penutupan proses Penerimaan Murid Baru Madrasah (P...
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., memimpin langsung jalannya Rapat Koordi...
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, menghadiri kegiatan supervisi manajerial yang dip...