Loading...

  • Rabu, 22 April 2026

MIN 3 Asahan Peringati HUT ke-80 RI, Kepala Madrasah: Kemerdekaan Sejati Diraih Melalui Ilmu dan Akhlak

pembina upacara sedang membacakan teks pidato ketika amanat sedang berlangsung

Pulau Rakyat (Humas) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara yang berlangsung di halaman utama madrasah ini dihadiri oleh seluruh warga madrasah, mulai dari siswa, guru, hingga staf tata usaha. Beberapa orang tua siswa juga tampak hadir di luar gerbang, turut menyaksikan jalannya upacara dengan penuh antusias. (17/08/2025)

Upacara dimulai tepat pukul 08.00 WIB, dengan barisan peserta yang rapi dan tertib. Petugas pengibar bendera (Paskibra) MIN 3 Asahan tampil memukau, langkah mereka yang tegap dan serentak menambah kekhidmatan upacara. Dengan cekatan, mereka berhasil mengibarkan bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan "Indonesia Raya".

Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala MIN 3 Asahan, Tohiruddin Hasibuan, S.Pd., M.M., menyampaikan amanat yang penuh makna. Dalam pidatonya, Tohiruddin mengajak seluruh hadirin untuk melakukan refleksi sejarah.

"Kemerdekaan ini bukanlah hadiah, melainkan hasil dari perjuangan gigih para pahlawan kita," ujarnya.

Tohiruddin menegaskan, perjuangan itu melibatkan seluruh elemen bangsa, termasuk para ulama dan santri yang dengan tulus mengorbankan jiwa dan raga.

Lebih lanjut, Tohiruddin menjelaskan makna kemerdekaan bagi dunia pendidikan, khususnya madrasah. Menurutnya, kemerdekaan sejati adalah kebebasan dari kebodohan dan keterbelakangan.

“Di sinilah peran madrasah sebagai medan juang baru. Kita berjuang bukan lagi dengan senjata, tetapi dengan ilmu pengetahuan,” tegasnya.

Diwaktu yang sama, Tohiruddin menekankan bahwa, madrasah memiliki tanggung jawab besar untuk memadukan kecerdasan akal dan ketajaman nurani melalui pendidikan ilmu dan akhlak.

Tohiruddin juga berpesan kepada para siswa agar menyadari peran mereka sebagai penerus bangsa. Tohir mengajak para pelajar untuk memulai kontribusi nyata dari hal-hal kecil, seperti rajin belajar, menghormati guru, dan berbakti kepada orang tua.

"Masa depan bangsa ini ada di tangan kalian, mulailah dari hal-hal kecil namun akhirnya akan berdampak besar seperti rajin belajar, menghormati guru, dan berbakti kepada orang tua." pesannya.

Sebagai penutup, Tohiruddin mengimbau seluruh warga madrasah untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan.

"Mari jadikan perbedaan sebagai kekayaan yang memperkuat persaudaraan kita, bukan untuk saling memecah belah," tutur Tohiruddin Hasibuan ketika mengakhiri amanatnya. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post