Loading...

  • Selasa, 13 Oktober 2026

Menyalakan Asa di Ruang Perawatan, Penyuluh Agama Islam Hadir Menguatkan Hati Pasien RS Permata Hati

Menyalakan Asa di Ruang Perawatan, Penyuluh Agama Islam Hadir Menguatkan Hati Pasien RS Permata Hati

Sei Kepayang (Humas) Kepedulian terhadap sesama tidak hanya diwujudkan melalui bantuan fisik, tetapi juga melalui sentuhan spiritual yang mampu menghadirkan ketenangan dan menumbuhkan harapan. Semangat inilah yang diwujudkan oleh Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sei Kepayang dan KUA Kecamatan Silau Laut melalui kegiatan penyuluhan keagamaan bagi pasien di Rumah Sakit Permata Hati. Pada Selasa (13/10/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sei Kepayang, Maryati Margolang, S.Sy., bersama Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Silau Laut, Ustaz Asri, S.Sos.I., dan Rahmat Alfisyahri Marpaung, hadir memberikan penguatan rohani, motivasi, serta pesan-pesan keagamaan kepada pasien yang tengah menjalani perawatan.


Kehadiran para penyuluh ini menjadi wujud nyata bahwa dakwah dapat menjangkau berbagai ruang kehidupan, termasuk ruang perawatan rumah sakit. Melalui pendekatan yang santun dan penuh empati, penyuluh agama berupaya memberikan dukungan moral agar pasien tetap memiliki semangat, kesabaran, dan keyakinan dalam menghadapi ujian sakit.


Penyuluhan keagamaan tersebut juga menjadi pengingat bahwa sakit bukan hanya membutuhkan perhatian terhadap kondisi fisik, tetapi juga ketenangan jiwa dan kekuatan batin. Nasihat keagamaan, doa, serta motivasi yang disampaikan diharapkan dapat memberikan penghiburan bagi pasien dan membantu mereka menjalani masa perawatan dengan hati yang lebih 

Penyuluh Agama Islam KUA Sei Kepayang, Maryati Margolang, S.Sy., menyampaikan bahwa kehadiran penyuluh agama di rumah sakit merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.


Menurutnya, pasien yang sedang menjalani perawatan membutuhkan dukungan dari berbagai sisi, termasuk dukungan spiritual untuk menjaga ketenangan hati dan semangat dalam menjalani proses pemulihan.


“Kami ingin hadir memberikan penguatan dan motivasi kepada saudara-saudara kita yang sedang diuji dengan sakit. Melalui nasihat keagamaan, doa, dan pendekatan yang penuh kasih sayang, kami berharap pasien dapat merasakan ketenangan, tetap bersabar, serta senantiasa menumbuhkan harapan dan berprasangka baik kepada Allah SWT,” ujar Maryati.


Ia menambahkan bahwa tugas penyuluh agama tidak terbatas pada kegiatan ceramah di masjid atau majelis taklim, tetapi juga mencakup pendampingan spiritual kepada masyarakat yang membutuhkan penguatan, termasuk mereka yang sedang berada dalam masa sulit.


Baginya, menyapa pasien, mendengarkan keluh kesah mereka, dan menyampaikan pesan-pesan kebaikan merupakan bentuk pengabdian yang memiliki makna tersendiri. Sebab, terkadang kehadiran yang tulus dan kata-kata yang menenangkan dapat menjadi sumber kekuatan bagi seseorang yang sedang menghadapi ujian kehidupan.


Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Sei Kepayang, Muhammad Tohir Siregar, S.HI., M.H., memandang kegiatan penyuluhan keagamaan di rumah sakit sebagai bentuk pengabdian penyuluh agama yang sejalan dengan semangat pelayanan kepada masyarakat.


Ia menilai bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis dalam menyampaikan nilai-nilai keislaman secara humanis, membangun kepedulian sosial, serta memberikan pendampingan spiritual kepada masyarakat dalam berbagai situasi kehidupan.


“Penyuluh Agama Islam harus mampu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam kegiatan keagamaan yang bersifat seremonial, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan penguatan dan pendampingan. Kehadiran penyuluh di rumah sakit merupakan wujud kepedulian yang menunjukkan bahwa nilai-nilai agama dapat memberikan ketenangan, motivasi, dan harapan bagi mereka yang sedang menghadapi ujian,” ungkapnya.


Muhammad Tohir juga berharap agar kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan penyuluhan agama Islam. Dengan demikian, manfaat kehadiran penyuluh agama dapat dirasakan oleh masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk pasien dan keluarga yang mendampingi mereka.


Menurutnya, semangat melayani dengan ketulusan, empati, dan kepedulian perlu terus ditanamkan dalam pelaksanaan tugas penyuluh agama, sehingga kehadiran mereka benar-benar memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.


Kegiatan penyuluhan di Rumah Sakit Permata Hati ini menjadi gambaran bahwa dakwah tidak selalu harus disampaikan di atas mimbar. Dakwah juga dapat hadir melalui sapaan hangat, doa yang tulus, nasihat yang menyejukkan, serta kepedulian terhadap sesama.


Di tengah suasana ruang perawatan, pesan-pesan keagamaan diharapkan mampu menghadirkan kesejukan bagi pasien sekaligus mengingatkan bahwa setiap ujian kehidupan dapat dihadapi dengan ikhtiar, kesabaran, doa, dan tawakal kepada Allah SWT.


Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sei Kepayang dan KUA Kecamatan Silau Laut menunjukkan komitmen untuk terus mendekatkan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Tidak hanya membina kehidupan beragama, penyuluh agama juga berupaya menjadi sahabat bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.


Menyalakan asa di ruang perawatan bukan sekadar menghadirkan kata-kata penyemangat, melainkan menumbuhkan keyakinan bahwa di tengah ujian sakit, masih ada doa yang dipanjatkan, kepedulian yang diberikan, dan harapan yang terus dijaga.


Penyuluh Agama Islam hadir, menebar kesejukan, menguatkan hati, dan menyemai harapan bagi sesama.(SHH)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 05 June 2024
Lihat Semua Post