Loading...

  • Sabtu, 20 Juni 2026

Kisah Inspiratif Alumni MTsN 1 Asahan: Anak Karyawan Kebun Jadi Puteri Sosial Asahan dan Best Education 2026

Kisah Sukses Silfi Nurindah Meraih Gelar Puteri Sosial Asahan

Kisaran (Humas). Kisah seorang anak karyawan bsp yang tinggal di Desa Rawang Pasar 5 Kecamatan Rawang Panca Arga tidak jauh dari lingkungan MTsN 1 Asahan, kini menjadi PUTERI SOSIAL ASAHAN 2026 & BEST EDUCATION 2026 dan kini ia akan lanjut ke ke tahap provinsi. Puteri Sosial Asahan Silfi Nurindah merupakan alumni MTsN 1 Asahan tahun pelajaran 2022-2024.

Silfi, panggilan akrabnya sewaktu di MTsN 1 Asahan adalah anak dari seorang ayah yang berprofesi sebagai karyawan bsp bernama Endang susilo yang sehari-hari bekerja dikebun karet dan Ibu yang bernama Nurmala yang bekerja sebagai ibu rumah tangga. Ia mengaku harus berjuang keras sampai bisa menjadi (Runner up) RU 1 Puteri sosial Asahan pada tahun 2026. "Sebelumnya saya dulu bukan anak yang percaya diri dan takut untuk memulai hal baru, seiring berjalannya waktu muncul kesadaran dan keberanian sampe kapan seperti itu, tidak ada perubahan dan tidak ada perkembangan bahkan prestasi. Kemudian saya berfikir untuk merubah diri saya menjadi yang lebih baik. saya memulai dari hal dasar seperti mengikuti berbagai kegiatan dan perlombaan. Awal saya mengikuti perlombaan saya sangat takut dan grogi tetapi saya sadar apa yang harus di takutkan", tuturnya.


Awal tahun 2024 saya mulai mengikuti perlombaan MTQ cabang syarhil Qur'an Tingkat Desa dan Kecamatan setiap tahunnya dan saya mempunyai guru yang hebat mendidik saya sampai tiap tahunnya mendapatkan juara 1, saya terus mengikuti perlombaan serta kegiatan sosial lainnya untuk melatih keberanian saya.

Selanjutnya,  pada Oktober 2025 saya mengikuti perlombaan baca puisi siswa Tingkat Nasional saya melawan 53 peserta dari berbagai daerah dan Allhamdulilah saya mendapatkan juara 3 dari 53 peserta, dari situ kepercayaan diri saya mulai muncul. dari situ saya percaya bahwa "perubahan pasti ada jika kita ingin merubahnya". 

Mei 2026 saya mengikuti ajang Putera-Puteri Sosial Kab.Asahan, awal bulan Mei saya melakoni karantina dan di situlah saya mendapatkan banyak pelajaran yang bisa menambah percaya diri saya semakin tinggi.


 Pada 30 Mei 2026 saya mengikuti interview offline di kota Kisaran,Puncaknya 31 Mei dilaksanakannya grand final, saya berdoa kepada Allah agar diberikan pencapaian yang terbaik dan saya meminta dukungan serta doa kepada sekolah, teman" dan keluarga. pada saat itulah saya dinilai baik dalam hal public speaking maupun penampilan. Saya mengira saya hanya masuk top 6 tapi ternyata suatu keajaiban dan jawaban dari Allah Swt, Saya selalu diberikan yang terbaik oleh-Nya, berbagai seleksi yang saya hadapi selalu saya pasrahkan kepada Allah SWT setelah berusaha sekeras mungkin. Alhamdulillah, saya memasuki Top 3. Hingga akhirnya pada saat pengumuman saya sangat bangga kepada diri saya karena saya menjadi RU 1 PUTERI SOSIAL ASAHAN 2026 & BEST EDUCATION 2026. dari situlah saya bangga atas capaian ini, tambah Silfi.

Hal itu diungkapkan Silfi ketika memberikan materi dan motivasi pada kesempatan sosialisasi, di depan adik-adiknya seluruh siswa MTsN 1 Asahan pada saat apel pagi Kamis (18/06).

Selain itu Silfi banyak menceritakan ketika di Mts N 1 Asahan

"saya sangat aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler organisasi intra sekolah PRAMUKA, PKS, PASKIBRA, TARI.

Pada saat itulah saya sebagai siswa yang selalu mengikuti kegiatan perkemahan diberbagai daerah dan selalu tampil di bidang tari baik sekedar tampil dalam acara di madrasah maupun lomba mewakili sekolah. Alhamdulillah biasanya tetap mendapatkan juara dan dari situlah saya jadi sangat dikenal di MTSN 1 Asahan, lulus dari MTSN 1 Asahan saya melanjutkan ke jenjang lanjutan atas dan saya melalui jalur reguler ke MAN Asahan."

"Saya sangat bangga sebagai siswa madrasah yang mau menjadi salah satu agen perubahan untuk Asahan". selanjutnya Silfi mengatakan "jangan takut untuk berubah menjadi yang lebih baik dan jangan takut memulai hal baru, dan berubahlah dari sekarang lawan rasa takut " tutup Silfi.

Di akhir wejangannya, Silfi memberikan dua pertanyaan untuk satu murid Putera dan satu Puteri yang berani maju tanpa ditunjuk dan memberi reward bagi murid yang berani menjawab. kemudian mengadakan sesi tanya jawab dengan peserta didik, lalu kegiatan ini ditutup dengan foto bersama guru.(Az)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 06 May 2024
Lihat Semua Post