Loading...

  • Kamis, 23 April 2026

Kepala MIN 3 Asahan Hadiri Haul Syekh Musthafa, Jadikan Momen Muhasabah Diri

Kepala MIN 3 Asahan menyaksikan penampilan hadroh sebagai rangkaian acara Haul Syekh H. Musthafa BS. Rokan

Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Tohiruddin Hasibuan, S.Pd., M.M., turut hadir dalam acara Haul (peringatan hari wafat) ke-24 Syekh H. Musthafa BS. Rokan. Acara sakral ini dilangsungkan di pondok pesantren Syekh Abu Shoghir, yang berlokasi di Dusun III Desa Sei Paham Kecamatan Sei Kepayang, Asahan. (02/08/2025)

Haul Syekh H. Musthafa BS. Rokan merupakan agenda tahunan yang selalu dinantikan oleh para santri dan masyarakat luas yang menaruh hormat pada almarhum. Syekh Musthafa dikenal sebagai ulama kharismatik yang memiliki kontribusi besar dalam pengembangan pendidikan Islam di wilayah Asahan dan sekitarnya. 

Ratusan jamaah, baik laki-laki maupun perempuan, hadir dengan satu tujuan, yaitu mendoakan Syekh H. Musthafa BS. Rokan dan mengambil hikmah dari kehidupan beliau.

Selain acara inti, panitia juga menyediakan bazar di sekitar lokasi kegiatan. Berbagai macam produk dipamerkan, mulai dari kuliner khas daerah, hingga kerajinan tangan.

Tohiruddin Hasibuan, sebagai tamu undangan yang menghadiri acara haul, juga menyampaikan kekagumannya terhadap pameran bazar yang disediakan di lokasi. Tohiruddin menuturkan bahwa acara tersebut bukan hanya khidmat dari sisi keagamaan, tetapi juga produktif dari sisi ekonomi.

Di samping itu, Tohiruddin Hasibuan juga melihat acara haul ini dari sudut pandang spiritual yang lebih dalam. Baginya, peringatan hari wafat seorang ulama besar adalah momen untuk merenungkan makna kehidupan.

"Kehadiran saya di sini juga sebagai muhasabah bagi diri saya akan kematian. Ini adalah pengingat bahwa setiap makhluk hidup pasti akan mati. Jadi, kita harus selalu bersiap dan berbuat baik," tuturnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Tohiruddin Hasibuan tidak hanya melihat acara haul sebagai agenda formal, tetapi juga sebagai refleksi pribadi yang mendalam dan menjadikannya kesempatan untuk introspeksi diri.

Secara tidak langsung, Tohiruddin Hasibuan menyampaikan bahwa kehadirannya di acara haul tersebut adalah sebagai muhasabah bagi dirinya mengenai kematian. Tohir menekankan bahwa peringatan ini menjadi pengingat yang kuat tentang akhir dari setiap kehidupan.

“Setiap manusia perlu memiliki kesadaran akan kefanaan dunia. Jika manusia dengan terus-menerus melakukan muhasabah, maka ia akan terdorong untuk beramal saleh dan menjauhi perbuatan yang tidak bermanfaat.” Ujar Tohir menutup pernyataannya.

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post