Kisaran
(Humas). Kakankemenag (Kepala Kantor Kementerian Agama) Kabupaten Asahan H.
Abdul Manan, MA. Ajak Kemenag Binjai Wisata Religi Kunjungi Masjid MTQ 46
Diyakini Sebagai MTQ Pertama di Dunia, Sabtu (23/08/2025).
Kakankemenag
Asahan mengajak rombongan kunjungan muhibbah Kemenag Binjai untuk wisata religi
ke Masjid MTQ 1946 yang sering disebut oleh warga Masjid MTQ 46 yang berdiri
tegak di Dusun II Desa Pondok Bungur Kecamatan Rawang Panca Arga Kabupaten
Asahan yang diyakini sebagai MTQ pertama di Indonesia bahka kerap disebut
pertama di dunia.
Sejarah
singkat sebagaimana dikutip dari beberapa sumber bahwa tokoh penggerak M. Ali
Umar, ulama setempat dan pimpinan madrasah di Pondok Bungur. Sejak 1938 beliau
sudah menggagas perlombaan baca Al-Qur’an, namun sempat ditentang dan
madrasahnya ikut tertekan sehingga kegiatan belum berlanjut.
Tahun
1940 M. Ali Umar mendirikan Persatuan Agama Islam (PAI). Seusai menghadiri
konferensi Masyumi di Medan pada 1946, ia kembali mendorong gagasan lomba baca
Al-Qur’an untuk mengisi semangat kemerdekaan.
Peristiwa
puncak terjadi 12 Februari 1946 / 11 Rabiul Awal 1365 H, diselenggarakan lomba
membaca Al-Qur’an (cikal-bakal MTQ) di Pondok Bungur. Peserta datang bukan
hanya dari Asahan, melainkan juga dari Langkat, Deli Serdang, dan daerah
sekitar. Inilah yang kemudian diyakini sebagai MTQ pertama di Indonesia (bahkan
kerap disebut pertama di dunia).
Lokasi
penyelenggaraan 1946: di madrasah yang dipimpin M. Ali Umar (bukan di masjid
yang sekarang), dengan 20 peserta dari 10 kampung. Pemenang: Nurdin (putra) dan
Safira (putri).
Penelitian
rujukan: peristiwa 1946 ini terdokumentasi antara lain dalam buku “Peristiwa
dan Sejarah Kelahiran MTQ Pertama” (1989) oleh Nahar Alang Abd. Gani (alumni
Al-Azhar Kairo) yang diterbitkan Yayasan MTQ Pertama Indonesia.
Adapun
lahirnya Masjid MTQ 1946 dimulai pendirian fisik masjid, bangunan masjid di
Pondok Bungur dibangun sekitar tahun 1970-an dengan nama awal Masjid Taqwa. Namun
seiring berjalan waktu perubahan nama pada awal 1990-an, sebagai penanda resmi
atas sejarah 1946 (gagasan dari para tokoh termasuk Nurdin—juara 1946), nama
masjid diubah menjadi “Masjid MTQ 1946” sehingga fungsinya sekaligus menjadi
monumen peringatan kelahiran MTQ.
Ciri
bangunan masjid bergaya sederhana khas perdesaan, berkubah emas, dilengkapi
menara dan gapura bertuliskan “Masjid MTQ 1946”—elemen yang kini menjadi spot
ikonik bagi peziarah dan wisatawan religi.
Pemerintah
Kabupaten Asahan memasukkan Masjid MTQ 1946 sebagai destinasi “Wisata Religi”
berstatus masjid bersejarah; artikel resmi pemkab menegaskan tanggal peristiwa
12 Februari 1946 dan peran M. Ali Umar.
Kemenag
Sumatera Utara menyatakan dukungan agar Masjid 1946 diupayakan menjadi Cagar
Budaya karena nilai sejarahnya sebagai jejak lahirnya MTQ.
Media
nasional (Detik/DetikTravel, Metro Daily/Jawapos) juga menarasikan masjid ini
sebagai monumen sejarah MTQ pertama dan mengutip kesaksian pengurus BKM
setempat.
Liputan
RRI (2025) turut mengangkat masjid ini sebagai “Monumen Awal MTQ di Indonesia.”
Sebagai
catatan tambahan beberapa sumber menulis “lokasi lomba MTQ pertama di masjid”,
namun kesaksian pengurus BKM yang dikutip Detik menyebut lomba berlangsung di
madrasah M. Ali Umar di kampung yang sama; masjid sekarang berfungsi sebagai
monumen penanda. Ini penting untuk akurasi narasi sejarah lokal.
Kunjungan
ini diterima dengan baik oleh Pengurus BKM Masjid 46 dan mengucapkan
terimakasih atas kunjungannya serta berharap agar peristiwa bersejarah ini bisa
dipublikasikan sehingga peninggalan bersejarah tidak hilang oleh waktu.(FR)
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan yang diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad), Dr. Hj. Sri Muchlis, M.I.Kom....
Berita Terbaru
Gelar Bimwin, KUA Sei Kepayang Barat dan Dinas P2KBP3A Saling Sinergi Wujudkan Keluarga Sehat dan Bahagia
13 May 2026
Inovasi Layanan Keagamaan: Kakankemenag Kabupaten Asahan Resmikan Ruang Konsultasi dan Inspirasi
13 May 2026
Mind Mapping Bantu Siswa Kelas 5C MIN 10 Asahan Memahami Hukum Bacaan Mim Sukun
05 May 2026
Semangat Belajar Sambil Bermain, Siswa Kelas 2C MIN 10 Asahan Belajar Menjaga Kesehatan Gigi dengan Model TGT
01 May 2026
Siswa Kelas VI-C MIN 10 Asahan Tampil Percaya Diri dalam “Dream Profession Presentation”
09 May 2026
Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Asahan Gelar Bimbingan Penyuluhan dan Dialog Fiqih Qurban di Majelis Taklim Nurul Iman Kelurahan Mutiara