Loading...

  • Kamis, 23 April 2026

Inovasi Pembelajaran: Guru MIN 3 Asahan Terapkan Metode Kuis Pada Materi Pecahan

Jefri sedang menjelaskan mekanisme proses pembelajaran

Pulau Rakyat (Humas) – Suasana belajar mengajar di kelas 5 B Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan terlihat berbeda dari biasanya, para siswa berkumpul di lapangan utama madrasah untuk mengikuti pelajaran dari Jefriadi Samosir, S.Pd.SD., guru kelas 5 B. Sebuah metode kuis yang inovatif dalam mengajarkan materi pecahan pada mata pelajaran matematika diterapkan oleh Jefri untuk membuat siswa lebih antusias. (31/07/2025)

Metode kuis yang diterapkan oleh Jefriadi Samosir ini dirancang untuk mengubah dinamika kelas dari pembelajaran satu arah menjadi interaksi yang lebih aktif dan menyenangkan. Pecahan, sebagai salah satu materi dasar dalam matematika, membutuhkan pemahaman yang kuat, dan kuis ini menjadi jembatan untuk mencapai tujuan tersebut dengan cara yang berbeda.

Setiap sesi pembelajaran pecahan diawali dengan penjelasan konsep dasar oleh guru. Namun, inti dari metode ini terletak pada sesi kuis yang diterapkan. Siswa tidak hanya mendengarkan, tetapi juga ditantang untuk segera mengaplikasikan pengetahuan mereka dalam bentuk kompetisi yang sehat.

Mekanisme pembelajaran dengan menggunakan sistem kuis ini cukup menarik dan memacu adrenalin siswa. Jefriadi akan memberikan serangkaian soal pecahan setelah penjelasan materi. Namun, ada momen yang membuat kuis ini berbeda yaitu kecepatan.

Sebelum kuis dimulai, guru memberikan informasi bahwa kuis ini akan menggunakan sistem tercepat dengan mekanisme "mengkerucut". Artinya, dari seluruh siswa yang berpartisipasi, secara bertahap jumlah peserta akan dikurangi hingga akhirnya didapatkan satu orang pemenang.

Proses "mengkerucut" ini bisa dilakukan dengan beberapa putaran. Misalnya, pada putaran pertama, semua siswa menjawab soal. Mereka yang menjawab benar dan tercepat akan melaju ke putaran berikutnya. Putaran demi putaran, jumlah siswa yang bertahan semakin sedikit, hingga hanya tersisa beberapa siswa terbaik.

Pada putaran final, persaingan menjadi sangat ketat. Hanya satu siswa yang berhasil menjawab soal terakhir dengan benar dan tercepat yang akan dinobatkan sebagai "bintang matematika harian". Predikat ini bukan sekadar gelar, tetapi juga pengakuan atas kecepatan dan ketepatan pemahaman mereka terhadap materi pecahan.

Jefriadi Samosir, S.Pd.SD., yang sangat mencintai pelajaran matematika ini, mengungkapkan kepuasannya terhadap metode ini.

"Saya melihat antusiasme yang luar biasa dari anak-anak. Mereka jadi lebih bersemangat belajar pecahan karena ada unsur kompetisinya," ujarnya dengan senyuman.

Jefriadi juga menambahkan bahwa metode ini tidak hanya meningkatkan kecepatan berpikir siswa, tetapi juga memperdalam pemahaman mereka.

"Ketika mereka tahu akan ada kuis, mereka jadi lebih fokus mendengarkan penjelasan dan berusaha memahami materi dengan baik," jelasnya.

Kepala MIN 3 Asahan, Tohiruddin Hasibuan, S.Pd., M.M., memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi pembelajaran yang diterapkan oleh Jefriadi Samosir. Tohir melihat metode ini sebagai contoh nyata dari upaya madrasah untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

"Pelaksanaan pembelajaran yang telah diterapkan oleh Pak Jefri ini sangat kami dukung dan patut dicontoh," katanya.

Tohiruddin Hasibuan juga menambahkan bahwa metode kuis ini sejalan dengan visi madrasah untuk mencetak siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kompetitif dan percaya diri. Tohir melanjutkan metode kuis adalah bentuk pembelajaran yang menyenangkan namun tetap berbobot.

Secara tidak langsung, Tohiruddin Hasibuan, memberikan dukungannya terhadap metode pembelajaran inovatif dari semua guru, Tohir menganggap setiap metode dan model pembelajaran inovatif patut dicontoh dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post