Loading...

  • Kamis, 23 April 2026

Guru MIN 3 Asahan Antusias Ikuti Pelatihan Daring Kemenag, Tingkatkan Kompetensi Digital

Guru MIN 3 Asahan tengah melihat video yang disajikan didalam platform PINTAR Kemenag

Pulau  Rakyat (Humas) – Seluruh guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan turut andil dalam sebuah pelatihan daring (dalam jaringan) yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) melalui platform MOOC Pintar Kemenag. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, dari tanggal 1 hingga 5 Agustus 2025, ini menjadi agenda penting bagi para pendidik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari pendaftaran yang telah dibuka pada tanggal 29-31 Juli 2025 lalu, di mana para guru antusias mendaftar untuk memperkaya pengetahuan mereka. (04/08/2025)

Tujuan utama dari keikutsertaan para guru MIN 3 Asahan dalam pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi diri, terutama dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Ada tiga materi pelatihan yang menjadi fokus mereka, yaitu Numerasi: Pemanfaatan Tools Online untuk Pembelajaran Aktif, Numerasi: Asesmen Numerasi Kelas Awal, dan Lesson Study di Era Digital. Masing-masing guru memilih jenis materi yang berbeda, sebuah strategi yang disengaja agar mereka bisa saling bertukar informasi dan pengetahuan setelah pelatihan selesai.

Koordinator Kesiswaan, Rosilawati Saragih, S.Pd.I, mengungkapkan kebanggaannya atas partisipasi para guru. “Saya sangat bangga dengan semangat para guru dalam mengikuti pelatihan ini. Ini menunjukkan komitmen mereka untuk terus belajar dan memberikan yang terbaik bagi siswa-siswi kita,” ujarnya.

“Keikutsertaan para guru ini bukan hanya sekadar untuk memenuhi kewajiban, tetapi juga murni dari keinginan mereka untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Kami berharap ilmu yang didapat bisa langsung diimplementasikan di kelas.” Paparnya melanjutkan.

Senada dengan Rosilawati, Kepala MIN 3 Asahan, Tohiruddin Hasibuan, S.Pd., M.M., menyatakan dukungannya penuh terhadap kegiatan ini.

“Kegiatan pelatihan daring ini sangat positif. Ini adalah upaya kita untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya di bidang pendidikan,” kata Tohiruddin.

Tohiruddin juga menambahkan bahwa keikutsertaan dalam pelatihan ini merupakan bagian dari upaya madrasah untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh. “Kami ingin madrasah ini tidak hanya unggul dalam aspek keagamaan, tetapi juga dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pelatihan ini adalah salah satu jalannya,” jelasnya.

Selain itu, menurut Tohiruddin, pelatihan ini memiliki tujuan lain yang tidak kalah pentingnya. Tohir menjelaskan bahwa selain untuk meningkatkan kompetensi dan menambah ilmu, pelatihan ini juga menjadi syarat bagi para guru yang telah bersertifikasi untuk menerima Tunjangan Profesi.

“setiap guru yang telah mendapatkan sertifikasi diwajibkan memiliki setidaknya satu sertifikat pelatihan dalam satu semester. Hal ini menjadi syarat mutlak untuk memastikan bahwa para pendidik selalu mengikuti perkembangan dan terus meningkatkan kapasitas profesionalnya.” Terangnya.

Keharusan ini, menurut Tohiruddin, tidak boleh dipandang sebagai beban, melainkan sebagai motivasi untuk terus berkembang.

“Tujuan dari persyaratan ini bukan untuk mempersulit, melainkan untuk memastikan bahwa para guru kita selalu relevan dengan tuntutan zaman. Dengan begitu, kualitas pendidikan yang diberikan akan selalu terjaga,” tuturnya.

Tohiruddin berharap, setelah pelatihan berakhir, para guru bisa menjadi agen perubahan di madrasah. Mereka bisa berbagi ilmu dengan guru lain yang belum sempat mengikuti pelatihan, dan bersama-sama menciptakan inovasi-inovasi baru dalam pembelajaran. Dengan demikian, manfaat dari pelatihan ini tidak hanya dirasakan oleh para peserta, tetapi juga oleh seluruh warga madrasah, termasuk siswa. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post