Pertahanan (Humas)- Salah satu guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri 7 Asahan yaitu guru kelas VI Muhammad Jaidz Haritsah Abuzar Algiffar, S.Pd kembali menunjukkan inovasi dalam kegiatan pembelajaran sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan. Guru kelas VI melaksankan kegiatan belajar mengajar berbasis lingkungan yang dilaksanakan di halaman MIN 7 Asahan. Jumat (07/11/25)
Pada kegiatan kali ini guru dan peserta didik sama-sama bekerjasama dan memanfaatkan bahan bekas dan bahan daur ulang seperti botol minuman dan daun mangga untuk dijadikan alat bantu belajar. Media yang dihasilkan tidak hanya menarik perhatian siswa, tetapi juga memperkuat pemahaman konsep pelajaran melalui praktik langsung.
Muhammad Jaidz Haritsah Abuzar Algiffar, S.Pd, yang memimpin kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis lingkungan memiliki nilai ganda. Selain membantu siswa memahami materi pelajaran dengan cara yang kreatif, kegiatan ini juga menambahkan nilai tanggung jawab terhadap alam dan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan.
Muhammad Jaidz Haritsah Abuzar Algiffar, S.Pd mengatakan, “Kami ingin mengajak siswa-siswi kelas 6 untuk belajar sekaligus berbuat nyata bagi lingkungan. Ketika mereka membuat media dari bahan bekas, mereka juga belajar bahwa menjaga bumi bisa dimulai dari hal-hal kecil.” ujar Muhammad Jaidz Haritsah
Guru kelas VI juga menjelaskan mana yang termasuk sampah organik dan sampah organik dalam penjelasannya. “Sampah organik berasal dari siswa makhluk hidup yang mudah terurai secara alami contohnya buah,sayur, ranting pohon, daun daun kering dan semacamnya. Sedangkan sampah anorganik itu sampah yang sudah tidak dipakai lagi dan sulit terurai seperti contohnya botol dan sedotan plastik, kaleng minuman.”ungkapnya
Selain kegiatan di dalam kelas, guru juga harus mengarahkan siswa untuk melakukan aksi kebersihan dan penghijauan ringan di lingkungan madrasah. Siswa-siswi diajak membersihkan halaman dan mengelola sampah organik menjadi kompos sederhana. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran di madrasah tidak hanya menekankan aspek kognitif tetapi juga menumbuhkan akhlak mulia dan karakter peduli lingkungan.
Dengan semangat kerjasama antara guru dengan siswa maka MIN 7 Asahan terus berkomitmen untuk mewujudkan Madrasah Hijau yang berkarakter, tempat di mana ilmu pengetahuan dan nilai keagamaan tumbuh selaras dengan cinta terhadap alam ciptaan Allah SWT.(ms)