Bimas Katolik Kemenag Asahan Laksanakan Penyuluhan di Lapas: Menyalakan Harapan
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja bersama Penyuluh A...
Loading...
Asahan (Humas BimKat). Lembaga
Pembinaan dan Pengembangan Pesparani (LP3K) Kabupaten Asahan mengadakan Pelatihan
dan Pembinaan serta Pemantapan bagi Petugas Liturgi dalam Pelayanan Gerejani
pada Senin (08/11/2025) di Aula Gereja Katolik Paroki Sakramen Mahakudus
Kisaran. Alb Irawan Dwiatmaja selaku Plt. Penyelenggara Bimas Katolik Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Asahan hadir dalam kegiatan tersebut bersama dengan Pengurus LP3K Provinsi Sumatera Utara. Kehadirannya
merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan yang dilaksanakan.
Liturgi (leitourgia)
pada awalnya berarti karya publik. Liturgi diartikan sebagai keikutsertaan umat
dalam karya keselamatan Allah. Di dalam liturgi, Kristus melanjutkan karya
Keselamatan di dalam, dengan dan melalui Gereja-Nya.
Dalam sambutannya, Wawan
mengatakan bahwa kita sering salah memahami tentang arti liturgi. Ada yang
mengartikan liturgi seperti mar ayat-ayat ketika natal, liturgi menunjuk pada
kalender liturgi, liturgi merupakan urutan-urutan ibadat, dll. Liturgi adalah
perayaan misteri karya keselamatan Allah di dalam Kristus, yang dilaksanakan
oleh Yesus Kristus, Sang Imam Agung, bersama Gereja-Nya di dalam ikatan Roh
Kudus.
“Karena liturgi merupakan
perayaan karya keselamatan yang dilakukan oleh Kristus dalam kesatuan dengan
Gereja-Nya, maka kita yang adalah anggota- anggota-Nya harus turut mengambil
bagian secara aktif dan sadar di dalam liturgi. Salah satu aspek dari keterlibatan
dalam liturgi adalah musik liturgi. Musik liturgi sangat penting dalam Gereja
Katolik karena memiliki berbagai fungsi,” ujar Wawan.
Fungsi musik liturgi yakni
memuliakan Allah (Glorificatio Dei), tujuan tertinggi musik liturgi
adalah memuji dan memuliakan Tuhan melalui seni suara. Selanjutnya, sebagai
pengudusan umat (Sanctificatio Hominum), membantu umat beriman lebih
khusyuk, merasakan kehadiran Tuhan, dan membawa mereka pada pengalaman religius
yang lebih mendalam. Fungsi terakhir yakni bene cantat bis orat adalah
pepatah Latin yang berarti “Ia yang bernyanyi dengan baik, berdoa dua
kali”, nyanyian dianggap sebagai doa yang lebih kuat dan ekspresif.
Di akhir sambutan, Wawan
mengungkapkan, “Bapak/ibu sekalian, pelatihan dan pembinaan ini berguna untuk
bagi petugas liturgi dalam pelayanan Gerejani. Selamat mengikuti pembinaan ini
kepada kita semua. Tuhan memberkati. Salve. Semoga pelatihan dan pembinaan
menjadi kita semakin aktif dan sadar dalam liturgi.” (AW)
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja bersama Penyuluh A...
Asahan (Humas BimKat). Pelaksana Tugas (Plt.) Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja be...
Asahan (Humas BimKat). Penyuluh Agama Katolik, Lodewik Sitohang, S.Fil. melakukan penyuluhan kepada umat Gereja Katolik Paroki Sakramen Maha...