Loading...

  • Minggu, 24 Mei 2026

Apa itu Inkulturasi dalam Katolik?

Penyuluhan kepada kelompok binaan

Asahan (Bimas Katolik). Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, M.Fil. menjelaskan bahwa kita sering mendengar “Misa Inkulturatif”. Inkulturasi adalah proses pengalaman iman dari suatu Gereja lokal diintegrasikan ke dalam budaya setempat dengan cara yang memungkinkan pengalaman tersebut tidak hanya tercermin dalam aspek-aspek budaya tersebut, tetapi juga menjadi kekuatan yang mempengaruhi, membimbing, dan menyegarkan budaya tersebut. Irawan meyampaikan penjelasan ini kepada kelompok binaan yaitu Bina Iman Remaja Katolik UPTD SMP Negeri 2 Pulau Rakyat Desa Padang Mahondang pada Jumat, 08 November 2024 di salah satu ruangan.

“Penyuluhan hari ini diawali ibadat dengan tata cara sederhana supaya remaja Katolik dapat terbiasa tampil dan terampil kelak menjadi pelaku liturgi dalam setiap ibadat atau Perayaan Ekaristi”, lanjut Irawan. Setelah ibadat, Irawan melanjutkan penjelasan tentang inkulturasi. “Tujuan dari proses inkulturasi adalah menciptakan harmoni dan kesatuan baru, tidak hanya dalam budaya lokal itu sendiri, tetapi juga sebagai elemen yang memperkaya Gereja secara global”, kata Irawan.

Irawan melanjutkan, “Gereja Katolik tidak terikat pada satu budaya tertentu dan dapat mengadaptasi diri dalam berbagai budaya yang baik. Gereja Katolik melintasi berbagai macam budaya. Itu sebabnya umat Katolik berasal dari berbagai macam suku seperti Batak Toba, Dayak, Jawa, Toraja atau bahkan dari suku-suku di negara-negara selain Indonesia.” Irawan berharap, dengan inkulturasi, iman Katolik merasuk ke dalam setiap pribadi dan menyatu dengan setiap pribadi. (AW) 

 

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 15 May 2024
Lihat Semua Post